Freya duduk diam di tempat tidur, air mata mengalir di pipinya, tubuhnya gemetar saat isakan tak mau berhenti. Hatinya terluka parah. Ia hampir tak bisa mendengar suara Samantha karena badai kesedihannya, namun kemudian kata-kata itu menembus pikirannya."Lihat? Irene sudah kembali," kata Samantha, matanya tertuju pada Freya. "Itu karena kau ada di Northridge. Kau memang tercipta untuk tempat ini. Berhentilah melawannya, Freya. Biarkan saja. Kau akan baik-baik saja sebentar lagi."Bibir Freya terbuka, tapi tak ada suara keluar. Tenggorokannya terbakar seolah kata-kata telah berubah menjadi abu di dalamnya. Ia ingin membantah, ingin berteriak, ingin menolak semua yang Samantha katakan, tapi ia tak mampu. Dadanya sesak, dan air mata mengalir lebih deras. Kenangan tentang dunia manusia membanjirinya—obrolan larut malam dengan Daniel, momen-momen kecil tertawa dengan orang asing yang tak tahu siapa dirinya, rasa kebebasan yang dulu ia kira akan abadi selamanya.Ia tenggelam lebih dalam ke
Terakhir Diperbarui : 2026-03-13 Baca selengkapnya