Perjalanan menuju Anyer ditempuh dengan dua mobil. Aku berada di mobil Widi bersama Ipul dan Nila. Sedangkan Azizah, ada di mobil Bian bersama Geri, teman dekat Bian dan Yoga saat SMA dulu. Sepanjang jalan, radio memutar lagu-lagu ceria, namun pikiranku sesekali terbang ke asrama atlet, membayangkan Ale yang mungkin sedang berpeluh di bawah terik matahari demi mengejar taktik sang pelatih. "Kak Ale sudah telepon lo lagi, Git?" tanya Widi dari bangku depan, memecah lamunanku. "Belum. Baru sekali itu aja, pas dia kenalan sama lo," jawabku pelan. "Gila sih, gue nggak nyangka, jelek-jelek gini lo bisa dapetin cowok-cowok yang level ketampanannya di atas rata-rata. Mulai dari Yoga, Andreas, terus sekarang Ale," ujar Widi mulai meledekku. "Sialan. Itu artinya gue cantik, Widi!" sahutku percaya diri sambil melempar pandang ke arah jendela mobil, menyembunyikan senyum yang merekah. "Tapi jujur, pas kuliah ini lo emang kelihatan jauh lebih cantik daripada waktu SMA dulu, Git," t
Last Updated : 2026-04-17 Read more