"Nah, ini dia tuan putrinya baru datang," sela Mama Ale, mengalihkan pandangan ke arah seorang gadis cantik yang tengah menuruni tangga melingkar bercat emas itu dengan anggun. "Hai, Kak Andreas! Apa kabar?" sapa gadis itu setibanya di meja makan. Wajah cantiknya menatap Andreas dengan binar berseri. "Ih, Aya! Kenapa cowok gue yang lo sapa duluan?" protes Salsa sambil mengerucutkan bibir, pura-pura cemberut. Lagi-lagi, Andreas melayangkan pandangannya ke arahku. Aku memilih tetap menunduk, berpura-pura sangat menikmati puding cokelat di hadapanku demi menghindari kontak mata. "Baik," jawab Andreas singkat, menjawab pertanyaan Aya sebelum di sela oleh Salsa. "Gue kan harus baik-baik sama calon kakak ipar, Salsa." Aya dan Salsa tertawa bersama, mencairkan suasana yang bagi mereka terasa hangat, namun bagiku sangat menyesakkan. "Termasuk sama kakak ipar yang satu ini," sambung Ale, mengalihkan perhatian Aya dari Andreas agar langsung menatapku. "Loh, ini pacarnya Ka
Last Updated : 2026-04-26 Read more