Ratih dimakamkan di makam di TPU Cilincing. Karena di komplek perumahannya tidak ada TPU terdekat. Sakti membayar orang untuk mengurus segalanya. Bahkan memesan tanah untuk makam. Biaya untuk syukuran juga ditanggung Sakti. Entah sudah ada firasat atau apa Ratih sudah meninggalkan pesan di email Sakti. Memang dia sudah punya rencana hingga mempertaruhkan perusahaannya yang besar. Sakti juga kaget setelah mengetahui itu. Gak nyangka banget. Setelah seminggu kepergian Ratih, Sakti memimpin perusahaan Ratih Properti. Dia mengadakan meeting dengan Rindang dan Susan "Kalau tanpa aku atau Ratih apakah kalian bisa menjalankan perusahaan ini?" tanya Sakti memandang kedua karyawan Ratih. "Emang Bapak mau ke mana? Saya nggak bisa memegamh semua hal, Pak. Apalagi urusan lapangan," jawab Susan. "Juga lobi-lobi atau tender proyek. Apa mungkin perusahaan ini mau bangkrut," ucap Rindang dengan wajah sendu. Sakti berdiri menatap kedua karyawan Ratih secara bergantian. Dia juga harus memperti
Mehr lesen