แชร์

189. Datang Melamar

ผู้เขียน: CacaCici
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-10 23:49:57
"Jadi kapan?" tanya Alaric lagi, menatap serius pada putranya.

Dominic menatap sekilas pada Anaya lalu menatap daddy-nya dengan raut muka yang meyakinkan. "Besok."

Mata Anaya langsung melebar, refleks mendongak dan menatap Dominic yang sedang merangkulnya.

Mereka sudah duduk di sofa dan kebetulan Anaya duduk satu tempat dengan Dominic, di mana pria ini merangkul cukup erat pundaknya.

Ekspresi wajah Anaya begitu terkejut, shock mendengar jawaban Dominic. Ya, tidak mungkin kali dia dan pria
CacaCici

Selamat membaca dan semoga suka, MyRe. (⁠人⁠ ⁠•͈⁠ᴗ⁠•͈⁠)(⁠人⁠ ⁠•͈⁠ᴗ⁠•͈⁠)

| 14
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
jgn blg nnt yg dikira mau di lamar malah kakaknya . ato papanya nnt malah nyodorin kknya . tp penasaran sih, apa kknya ada perasaan ke Dominic ?! kalo ada, fix bklan ada kisah sekretaris pelakor lg .
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    219. Merajuk

    Merasa situasi sangat mencekam, Rain segera meminum air di gelas yang ia tawarkan pada Anaya. Dia meminumnya secara buru-buru, panik karena Dominic menatap tajam padanya. Sedangkan Anaya, dia segera meraih gelas dari suaminya lalu minum secara perlahan. "Aku dan Anaya sahabat," ucap Rain panik saat ayahnya menatapnya dengan penuh peringatan dan ancaman. "Sungguh, Ayah.""Menurutku kedekatan Anaya dan Rain itu hal yang bagus," ucap Alaric secara santai, "jika semisal Dominic kembali pada mantan kekasihnya. Aku sendiri yang akan mengurus perceraian Anaya dengan Dominic. Setelah itu Dominic kuusir dari keluarga Theodora dan … Rain akan menikah dengan Anaya."Uhuk' uhuk'Anaya kembali terbatuk-batuk, shock dan horor dengan perkataan ayah mertuanya. Sekalipun marah karena perkataan ayahnya, Dominic tetap peduli pada istrinya. Dia segera memijat tengkuk Anaya yang kembali batuk-batuk–lagi-lagi tersedak. "Rain, kau mau bukan menjaga menantuku semisal Dominic kembali pada mantannya?" tanya

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    218. Peringatan untuk Dominic

    "Jangan sembarangan memeluk orang," ucap Rain, setelah berhasil menjauhkan Larisa dari Dominic. Setelah itu, Rain menatap Anaya dengan ekspresi wajah cemas, "An, kau tidak kenapa-napa, Kak?" "Enggak." Anaya menjawab sambil menggaruk pipi, masih cukup kaget dengan kejadian barusan–Larisa tiba-tiba berlari ke arah suaminya dan berniat memeluknya, lalu tiba-tiba Rain muncu. Rain seketika meletakkan tangan di dada, merasa lega. "Ah, syu …-" Mata Rain tiba-tiba melotot, panik seketika saat menyadari tatapan tajam Dominic, "Tuan, jangan salah paham. Aku dan Anaya hanya sahabat. I-iya kan, An?" "Iya." Anaya menganggukkan kepala, melirik ke arah Dominic yang tampak dingin. Anaya segera merapatkan tubuhnya pada Dominic, memeluk lengan suaminya tersebut secara spontan. Mungkin karena ada Larisa di sini, jadi Anaya … takut! Takut perempuan itu memeluk suaminya. "Kami sahabat doang, Mas," ucap Anaya pada suaminya. Dominic menatap tangan Anaya yang melilit lengannya. Smirk tipis muncul

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    217. Jangan Pecat!

    'Larisa.' batin Elma, menatap kaget pada sosok yang masih duduk di lantai tersebut. Larisa menatap makanan yang bercecer di lantai, setelah itu segera bangkit sambil menatap kesal pada Elma. "Kamu! Lihat apa yang kamu lakukan?" "Saya minta maaf," ucap Elma, tetap bersikap tenang. Mungkin perempuan ini tak mengenalnya, tapi, Elma sangat mengenal perempuan ini. Awal dia bekerja di sini, masih jadi karyawan biasanya, Larisa beberapa kali datang ke perusahaan ini–menemui Dominic. Mereka sepasang kekasih yang kisahnya cukup legendaris dan pernikahannya ditunggu banyak orang-orang. Namun, ternyata hubungan antara Dominic dan Larisa kandas! 'Tapi … sepertinya Tuan Dominic masih cinta pada Larisa.' batin Elma. "Kamu … karyawan di sini?" tanya Larisa, menatap jengkel pada Elma. Elma menganggukkan kepala secara pelan. "Saya sekretaris pribadi Tuan Dominic," ucapnya. "Ouh, kebetulan sekali." Wajah Larisa langsung berseri-seri. Jika sekretaris Dominic ada di sini, berarti Dominic juga

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    216. Aku Tak Berharga?

    "Tolong suapi aku," perjelas Dominic. "Umm." Anaya berjalan ke arah meja di depan sofa, berniat mengambil nampan berisi makan malam untuk Dominic lalu membawanya ke meja kerja pria itu. Namun …- "Tunggu di situ. Aku yang akan pindah ke situ," ucap Dominic, segera membereskan pekerjaannya lalu membawanya ke tempat Anaya. Setelah Dominic duduk dan memulai pekerjaannya, Anaya ikut mulai menyuapi suaminya tersebut. Dia duduk di sebelah Dominic, duduk menghadap Dominic yang terlihat fokus pada pekerjaannya. Awalnya hanya ada keheningan. Dominic sibuk pada pekerjaan sedangkan Anaya bingung harus memulai dengan apa dia memulai pembicaraan. Hingga tiba-tiba saja, Dominic bersuara. "Kau dan Larisa pernah bertemu?" tanya Dominic tiba-tiba. Anaya menganggukkan kepala secara singkat. Dia berusaha bersikap biasa saja sekalipun jantungnya deg-deg-kan. "Di mana?" tanya Dominic rendah. "Di toko bunga." Anaya menjawab santai–sebenarnya mencoba santai. "Untuk?" "Beli bunga lah, Mas

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    215. Suapi Aku

    "Agar serasi denganku," tambahnya. "Baik, Tu- Mas," ucap Anaya dengan kikuk, sangat gugup karena dia duduk di pangkuan pria ini. Cup' Dominic mencium bibir Anaya dengan lembut, akan tetapi ciuman tersebut cukup singkat. Dominic melepasnya lalu menurunkan Anaya dari pangkuannya. "Pergilah, temui Mommy," ucap Dominic selanjutnya. Anaya menganggukkan kepala, buru-buru pergi dari kamar. Jantungnya berdebar kencang, wajahnya cukup tegang dan bersemu merah. Setelah di luar kamar, Anaya menyentuh bibirnya. Entah kenapa ciuman tadi … lembut dan manis, seolah ada ungkapan perasaan cinta yang tulus di dalamnya. Namun, kenapa sangat singkat? Di saat Anaya menerima dan menikmati kelembutan yang terasa tulus itu, kenapa berakhir begitu saja? "Aih." Anaya menggelengkan kepala, juga memukul pelan kepalanya, demi membuang jauh-jauh pikiran aneh di dalam sana. "Aku mikiran apa sih? Aku di sini dikasih makan saja sudah syukur," gimana Anaya, sengaja mengatakan hal tersebut supaya A

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    214. Cerita Sesat Daddy

    "Hanya bertanya tentang Seven, Dad," ucap Dominic dengan wajah muram. Apalagi ini?! Istriku?! Shit! Ingin rasanya Dominic berteriak pada daddynya kalau istri dari pria ini adalah mommy Dominic sendiri. Namun, karena dia takut dihabisi oleh pria ini, Domonic lebih baik mengalah. "Seven?" Kening Alaric mengerut. Ada apa dengan Seven? "Masa Dominic bilang Mas mantanku? Jangan-jangan diam-diam Dominic ingin kita pisah yah, Mas, makanya Mas dibilang mantanku," adu Aeza, bersedekah di dada sambil menatap cemberut pada putranya. "Kurang ajar!" marah Alaric. Bug' Dengan emosi, Alaric langsung melayangkan tinju ke wajah putranya. "Tu-Tuan, tahan emosi anda. Siapa tahu ini hanya salah paham, Tuan," ucap Aditya, di mana dia dan Cleo langsung menarik Alaric dari Dominic. Sedangkan Aeza, kali ini dia sama sekali tak iba ataupun kasihan pada putranya yang kena pukul oleh suaminya. "Mampus kamu! Jahat sih kamu sama Mommy," ucap Aeza, masih bersedekap di dada sambil menatap berang ke

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status