“Ada apaan sih? Bikin parno aja deh,” omel Donita. Matanya melotot tajam ke arah Johan yang baru saja berdiri di ambang pintu kamar Zavira dengan raut muka tegang. Jari lentik Johan langsung menunjuk sebuah motor matic pink yang terparkir rapi di bawah, terlihat masih kinclong meski diterpa terik matahari. Zavira, yang sedang berbaring di ranjang, ikut melirik ke luar jendela. Ia menelan ludah melihat gestur tangan Johan yang sedang memberi menunjuk motor Xafier.“Warnanya bagus banget tau, ahay, warna favorit mince!” seru Johan tiba-tiba dengan nada suara cemprengnya yang khas, memecah ketegangan yang ia ciptakan sendiri. Matanya berbinar-binar seperti melihat emas batangan.“Dasar norak! Jilat sana tuh motor sampai bibir kamu bengkak!” geram Donita sambil mendorong Johan dengan pantatnya, membuat si cowok fashionista itu hampir terjengkang.Uhuk! Uhuk!Zavira terbatuk lagi, kali ini lebih keras, karena tersedak ludahnya sendiri setelah mendengar ucapan Johan. Meski ia menghela n
Read more