“Aku nggak terima, Ma aku yakin pria itu Mas Xafier.” Sherina bercerita sambil menitikkan air mata. Ia bersikeras kalau pria yang dia lihat itu adalah Xavier. Di depannya, Nyonya Dayana tampak tenang, meski keningnya tampak berkerut. Ia baru saja menerima ponsel Sherina yang disodorkan dengan tangan gemetar. “Lihat ini, Ma, lihat baik-baik,” isak Sherina lagi. “Temanku yang kirim. Dia bilang lihat Mas Xafier di restoran sama perempuan lain. Temenku nggak mungkin salah dan aku nggak mungkin salah ngenalin kalau itu suamiku, Ma. Mama coba lihat.” Di layar ponsel itu tampak foto dari arah belakang. Seorang pria tinggi berjas gelap berjalan berdampingan dengan seorang wanita. Meski wajah wanita itu tidak terlihat jelas, postur pria itu sangat familiar. Nyonya Dayana menghela napas panjang. Ia mengembalikan ponsel. “Bisa saja kamu salah lihat, Sherina,” ucapnya lembut. “Foto dari belakang seperti ini belum tentu Xafier. Ya, memang posturnya mirip Xavier tapi belum tentu itu dia
Read more