1.Tanpa aba-aba, ia langsung bergabung dengan yang lainnya. Seluruh wajah hingga telinganya memerah padam. Ditambah lagi dengan gerakannya yang sedikit tergesa-gesa, membuat Johan, Zavira, Kinar, dan Sagara menatapnya serentak. Alis Johan langsung mengkerut bingung. “You kenapa sih?”“Nggak tahu tuh, mukanya kayak habis ketemu oppa-oppa Korea aja,” sahut Kinar.Donita tak langsung menjawab. Ia menarik napas cukup panjang, berusaha menetralkan degup jantungnya yang berpacu tak karuan.Dalam hati dia teriak, “Iya bener! Aku habis liat cowok ganteng parah, bahkan dia rela megang tanganku lho!”Membayangkan hal itu saja sudah membuat senyum Donita kembali mengembang lebar.Johan buru-buru mendaratkan tangannya di kening Donita, memastikan sahabatnya ini baik-baik saja. “Aman kok ini, tadi kayaknya LCD-nya kena deh,” ujar Johan santai.Donita langsung mencibir. “Asal ngomong aja ah, emangnya aku HP!”“Yah, lagian dari kamar mandi langsung mesem-mesem nggak jelas. You kayak orang ketempe
Read more