Julie Cavendish menatap Kevin dengan sorot mata yang lembut, seolah seluruh kehangatan dunia terkumpul di sana. Ujung bibirnya melengkung tipis, menyimpan perasaan yang sudah lama ia pendam.“Adik kecil… tentu saja Kakak akan membantumu,” ucapnya pelan, suaranya halus namun penuh kepastian. “Sejak pertama kali kau datang ke Mildshire City, Kakak sudah berharap kau mau jujur tentang racun yang menggerogoti tubuhmu. Tapi kau memilih diam.”Kevin menunduk. Bahunya sedikit merosot, seakan beban yang selama ini ia pikul tiba-tiba terasa lebih berat saat diungkapkan.“Aku malu, Kak…” suaranya lirih, hampir tenggelam. “Ini… masalah yang terlalu sensitif. Aku tidak mungkin langsung mengatakannya pada Kakak.” Ia menarik napas pendek, lalu tersenyum pahit. “Bisa-bisa aku malah ditampar dan diusir.”Tawa kecil Julie pecah, ringan seperti angin yang mengusik dedaunan.“Kamu ini… tidak berubah sama sekali,” katanya sambil menggeleng pelan. Tatapannya semakin lembut. “Kakak bahkan rela mengorbankan
Last Updated : 2026-04-24 Read more