Angin di Pegunungan Awan Ilahi berubah—bukan lagi sekadar dingin yang menusuk kulit, melainkan tajam seperti bilah tak kasat mata yang menyayat perlahan, menembus daging, merambat hingga ke tulang. Setiap tarikan napas terasa berat, seperti menghirup serpihan es.Kevin akhirnya berhenti di kaki gunung.Di hadapannya terbentang dunia putih tanpa batas—salju abadi yang berkilau pucat di bawah langit kelabu, badai es berputar malas di puncak, dan sesuatu yang tak terlihat… tekanan. Tekanan yang menekan dari segala arah, sunyi namun menghimpit.Ia melangkah maju.Satu langkah.Dua langkah.Dan seketika itu juga, tubuhnya bereaksi.Aliran Qi di dalam meridiannya melambat—bukan sekadar melambat, tapi seperti membeku. Terperangkap dalam es yang tak terlihat.Kevin menarik napas panjang.Kabut putih keluar dari mulutnya.Jari-jarinya sedikit gemetar.Dingin ini bukan alami.Ini adalah energi es—liar, murni, dan mematikan. Ia tidak hanya menyerang tubuh luar, tapi menyusup masuk, membekukan jal
最後更新 : 2026-04-24 閱讀更多