Share

Mutiara Roh

Author: Zhu Phi
last update publish date: 2026-04-24 15:14:29
Petir menyambar lebih dulu.

BUUM!

Tanah di bawah kaki Kevin meledak saat serigala itu kembali menerjang—lebih cepat dari sebelumnya. Tubuhnya berubah menjadi bayangan hitam yang dibungkus kilatan biru, seolah langit runtuh dan menjelma menjadi makhluk hidup.

Kevin menghilang sepersekian detik sebelum hantaman itu mengenai dirinya.

SWOOSH!

Ia muncul di sisi kiri.

Pedang api di tangannya berputar... membelah udara.

TRAAANG!

Namun serigala itu berputar di udara dengan kelincahan yang tidak masuk ak
Zhu Phi

Bab Utama : 42/47.

| 1
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Ramalan Dewi Suci

    Kevin masih berdiri beberapa langkah dari nenek renta yang menawarkan teh dan ubi rebus ketika tiba-tiba wanita tua itu menghela napas panjang.“Sudah lama sekali tidak ada tamu yang sopan,” gumamnya.Lalu... Ia mengangkat tangan kanannya.Hanya sebuah kibasan ringan.Namun, dalam sekejap, seluruh kabut di sekeliling mereka bergerak liar.WHOOSSH!Asap putih berputar membentuk pusaran raksasa, menelan sosok nenek itu hingga tak terlihat lagi. Tanah di bawah kaki Kevin bergetar pelan, dedaunan beterbangan, sementara udara dipenuhi aroma bunga liar yang sebelumnya tidak ada.Kevin refleks memasang kuda-kuda.Energi Qi mengalir memenuhi meridiannya.Sesaat kemudian, pusaran kabut itu perlahan memudar.Tapi sosok yang muncul membuat Kevin membelalakkan mata.Nenek renta itu telah lenyap.Sebagai gantinya, berdiri seorang gadis muda berparas luar biasa cantik.Rambut hitamnya menjuntai hingga pinggang bagai sutra malam yang tertiup angin lembut. Kulitnya seputih giok, matanya bening sepert

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Nenek Tua di Lembah Kematian

    Maybach hitam itu melaju mulus meninggalkan hiruk-pikuk Kota Brixtone.Gedung-gedung pencakar langit perlahan menghilang dari kaca spion, berganti dengan hamparan perbukitan yang diselimuti kabut tipis. Jalan aspal yang semula lebar mulai menyempit, lalu berubah menjadi lintasan tua yang dipenuhi retakan dan akar pohon yang mencuat dari tanah.Kevin memegang setir dengan satu tangan, sementara tangan lainnya mengetuk pelan jendela mobil.Tatapannya sesekali melirik peta pemberian Andrew Saxon.Semakin jauh ia berkendara, semakin sedikit kendaraan yang ditemuinya.Lima belas menit kemudian...Tak ada lagi mobil.Tak ada lagi rumah.Bahkan tiang listrik pun lenyap, seolah peradaban sengaja berhenti sebelum memasuki wilayah ini.Di ujung jalan, sebuah papan kayu lapuk berdiri miring.Tulisan merah yang mulai memudar masih bisa dibaca dengan jelas.[LEMBAH KEMATIAN. DILARANG MASUK. RISIKO DITANGGUNG SENDIRI.]Di bawahnya seseorang iseng mencoret dengan cat putih.[Kalau nekat, jangan lupa

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Siasat Andrew Saxon

    Andrew Saxon tidak langsung menjawab.Ia hanya memandang Kevin beberapa saat, seolah sedang menimbang apakah pemuda itu pantas mengetahui rahasia yang baru saja ditanyakannya.Angin sore berembus melewati lubang besar di dinding Menara Orion. Debu tipis berputar di udara, sementara suara alat berat mulai terdengar dari kejauhan untuk membersihkan puing-puing hasil pertarungan tadi.Kevin tetap menunggu, tapi yang keluar dari mulut Andrew justru sesuatu yang sama sekali berbeda.“Aku tidak akan memberitahumu siapa CEO Luxord Technology.”Jawabannya tegas.Tidak memberi ruang untuk tawar-menawar.Kevin hanya mengangkat bahu.“Berarti memang ada sesuatu yang ingin kau sembunyikan.”Andrew tidak membantah.Ia justru berjalan menuju sebuah meja besi yang masih utuh, membuka laci rahasia, lalu mengeluarkan sebuah peta tua yang ujung-ujungnya sudah menguning.Peta itu dibentangkannya di atas meja.“Kalau kau benar-benar ingin mencari Klan Serigala Putih, ada dua jalan.”Jari telunjuknya menu

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Klan Serigala Putih dan Luxord Technology

    Andrew menatap Kevin dengan heran."Kau benar-benar tidak tahu?""Tidak," jawab Kevin dengan santai.Andrew tampak sedikit terkejut, kemudian dia berkata pelan."White Lotus adalah pembunuh bayaran milik Klan Serigala Putih."Mata Kevin sedikit menyipit.Potongan-potongan puzzle mulai bergerak.White Lotus.Peter diracuni.Luxord Technology.Persaingan bisnis.Kemudian Andrew yang terus-menerus dijadikan tersangka.Semuanya mulai membentuk gambaran yang lebih besar."Kalau begitu..."Kevin bergumam."Mungkin seseorang memang sengaja ingin menjebakmu."Andrew mengangguk."Akhirnya kita sepakat tentang sesuatu."Mereka berdua terdiam sesaat.Kemudian Andrew menunjuk ke sekelilingnya.Tepatnya, kehancuran luar biasa mengelilingi mereka.Pilar runtuh.Dinding berlubang.Lantai retak.Jendela pecah.Sebagian koridor bahkan sudah berubah menjadi jurang terbuka.Andrew menarik napas panjang."Ngomong-ngomong."Kevin sudah punya firasat buruk."Kau mau menagih kerusakan gedung ini?"Andrew mel

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Bertemu Adrew Saxon

    Kevin dan Andrew Saxon berdiri saling berhadapan di tengah reruntuhan.Beberapa anggota Serikat Tangan Hitam menelan ludah gugup.Mereka tidak tahu apakah dua monster ini akan melanjutkan pertarungan atau justru menghancurkan sisa gedung yang masih berdiri.Kevin memperhatikan Andrew lebih saksama.Ia merasakan sesuatu yang sebelumnya tersembunyi.Aura kultivasi yang luar biasa kuat.Begitu kuat hingga udara di sekitar Andrew terasa sedikit bergetar.Sejak awal, pria itu menyembunyikan seluruh kekuatannya dengan teknik yang sangat sempurna.Bahkan Kevin nyaris tidak menyadarinya."Hmph..."Tatapan matanya tajam ke arah Andrew.Andrew membalas tatapannya."Kau baru menyadarinya?""Kau cukup pandai bersembunyi," ucap Kevin singkat.Andrew tersenyum tipis."Kau juga."Keduanya saling menatap selama beberapa detik.Tekanan energi tak kasatmata mulai memenuhi koridor.Retakan-retakan kecil muncul di lantai.Beberapa anggota Serikat Tangan Hitam langsung mundur beberapa langkah.Salah satu d

  • Pesona Lima Kakak Cantik Sang Jenius Medis    Melawan White Lotus

    Ledakan demi ledakan terus mengguncang Menara Orion.BOOOM!Sebuah pilar marmer setinggi lima meter pecah menjadi ribuan serpihan saat gelombang energi dari benturan Kevin dan White Lotus menghantam koridor.Pecahan batu beterbangan seperti hujan meteor.Alarm darurat meraung tanpa henti.Lampu-lampu berkedip liar.Sementara para pegawai dan anggota Serikat Tangan Hitam yang masih berada di dalam gedung berlarian menuju tangga darurat dengan wajah pucat.Mereka tidak lagi peduli pada jabatan dan gaji... bahkan pada bos mereka.Karena saat ini seluruh Menara Orion terasa seperti akan runtuh kapan saja."Gempa!""Bukan gempa, itu monster!""Aku mengundurkan diri!""Kalau selamat dulu baru mengundurkan diri, bodoh!"Jeritan panik terdengar di berbagai sudut gedung.Namun, sumber kekacauan itu sama sekali tidak peduli.TRAAANG!Pedang White Lotus kembali bertabrakan dengan tangan Kevin yang dilapisi energi spiritual.Percikan energi meledak seperti kembang api.Gelombang kejut menyebar sep

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status