Lorong rumah sakit yang dingin dipenuhi derap langkah tergesa dan suara benturan keras. Di balik sebuah pintu yang terkunci rapat, suasana jauh lebih mencekam.Di dalam kamar itu, Kevin berdiri di sisi ranjang pasien; tubuhnya tegap, namun fokusnya tajam seperti pisau. Di hadapannya terbaring seorang pria yang sebelumnya telah dinyatakan meninggal—kulitnya pucat, napasnya tak terdeteksi oleh alat medis mana pun. Namun, bagi Kevin, itu belum akhir.Di luar, keributan memuncak.“Buka pintunya!” teriak seorang petugas keamanan, suaranya menggema, diikuti dentuman keras bahu yang menghantam pintu berulang kali.BRAK! BRAK! BRAK!Namun, Kevin tak menoleh sedikit pun.Jari-jarinya bergerak cepat dan akurat, seperti seorang maestro memainkan alat musik tak kasatmata. Energi murni mengalir dari dalam tubuhnya, menjalar melalui telapak tangan, lalu merambat masuk ke jarum-jarum perak yang tertancap di berbagai titik vital tubuh pasien.Udara di dalam ruangan terasa berubah—lebih berat, lebih pa
最後更新 : 2026-04-28 閱讀更多