“Aku tidak takut dengan ancamanmu, Pak Felix.”Suara Mikaela terdengar dingin dan tajam di tengah udara malam yang mulai lembap karena gerimis.Lampu-lampu mobil mewah masih menyinari halaman rumahnya. Beberapa petugas keamanan kompleks berdiri gelisah sambil saling bertukar pandang, sementara Felix, ayah Steven, menatap Mikaela dengan wajah merah dipenuhi emosi.“Aku bahkan bisa melaporkan ancamanmu tadi,” lanjut Mikaela tanpa gentar. “Kalian tunggu saja di rumah. Steven akan pulang besok pagi.”Kata terakhir itu membuat mata Felix langsung menyipit.“Berarti kamu tahu di mana Steven sekarang!” bentaknya sambil melangkah maju. “Cepat katakan dia ada di mana?!”Aura tekanan pria paruh baya itu langsung berubah berat.Meski bukan cultivator, Felix adalah sosok yang terbiasa memerintah dan mengendalikan orang. Tatapan tajamnya cukup membuat banyak orang biasa gemetar.Sayangnya, Mikaela bukan orang biasa.Ia berdiri tegak di depan gerbang rumahnya dengan wajah tanpa rasa takut sedikit pu
最後更新 : 2026-05-14 閱讀更多