"Paman, mengapa paman pulang sepagi ini?" Seru Salsa dengan terkejut melihat Akas yang biasanya selalu pulang malam, kini masih senja namun sudah kembali pulang. Melihat keterkejutan Salsa, Akas tak berdaya. Ia mengusap puncak kepala Salsa dengan penuh kasih sayang.Kemudian, Akas berkata dengan ringan. "Bukankah nilai ujianmu hari ini akan keluar, aku ingin melihatnya bersamamu." Begitu Salsa mendengar alasannya, ia tertegun sejenak merasa sulit di percaya. Padahal Salsa sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa hari ini nilai ujiannya akan keluar, bagaimana pria ini bisa mengetahuinya.Namun ada perasaan yang dinamakan perhatian perlahan dimengerti oleh Salsa. Rasanya diperhatikan ternyata seperti ini, rasanya sangat hangat dan membuatnya merasa candu. Salsa menganggukkan kepala dan menjawab dengan linglung. "Oh, itu sudah keluar."Akas terkejut, ia sudah meluangkan lebih banyak waktu untuk pulang lebih awal agar ia bisa melihatnya bersama Salsa. Namun tidak disangka bahwa ia masih
Read more