Bar Malam yang berada di kota asing, negeri seberang. Isla dan Adam memesan sebuah kamar VIP. Duduk di sofa kulit, Adam tampak sibuk mengirim pesan sementara Isla sudah mulai menuangkan wine merah ke dalam gelas anggurnya."Pria tua itu hanya bisa bekerja, seperti robot tanpa emosi. Ada wanita cantik yang menunggunya pulang di rumah, tapi ia menginap di perusahaan." Ucap Isla dengan nada sedih yang dibuat buatnya. Jika bukan karena sikap Isla yang cuek sejak awal pernikahan, apa mungkin Akas akan enggan pulang? Tapi sejak awal Akas memang tidak memiliki ketertarikan yang jelas pada Isla. Semua itu hanya didasarkan pada keuntungan yang dia dapatkan. Adam terdiam dan tidak berbicara, tenggelam dalam pikirannya sendiri.Tidak ada yang mengetahui, bahwa beberapa hari yang lalu kesuciannya yang telah ia jaga selama tiga puluh tahun telah berhasil dilanggar oleh seorang gadis kecil. Karena rasa bersalah saat itu, ia bahkan meninggalkan gadis itu sendirian tanpa meninggalkan kontak untuk di
Read more