Beberapa hari kemudian, Salsa keluar dari kamar dengan sikap yang kembali ceria. Meskipun ia masih sering bermimpi tentang apa yang terjadi malam itu, namun ia hampir sepenuhnya pulih dari kejadian itu.Di meja makan, ia menatap kursi utama dengan penuh kesunyian. Padahal Henry sudah kembali, namun ia tetap tidak repot repot meluangkan waktu meski hanya untuk sekedar sarapan atau makan malam bersama. Salsa terakhir melihatnya bersama Akas terakhir kali. Setelah itu, Henry sudah pergi entah kemana dan tidak kembali selama beberapa hari. Salsa tidak lagi perduli, ia sudah terbiasa selama bertahun tahun dengan sikap Henry yang dingin.Saat ini, Salsa menatap ponselnya. Disana ada pemberitahuan dari sekolah, bahwa para alimni di minta untuk datang melapor ke sekolah tepat waktu dan melakukan absen terakhir. Jadi, Salsa mengenakan seragamnya untuk pergi ke sekolah sekaligus menangani sekelompok teman pengkhianat yang tidak tahu rasa terimakasih dan seorang bajingan murni yang berniat buruk
Read more