FAZER LOGINBar Malam yang berada di kota asing, negeri seberang. Isla dan Adam memesan sebuah kamar VIP. Duduk di sofa kulit, Adam tampak sibuk mengirim pesan sementara Isla sudah mulai menuangkan wine merah ke dalam gelas anggurnya."Pria tua itu hanya bisa bekerja, seperti robot tanpa emosi. Ada wanita cantik yang menunggunya pulang di rumah, tapi ia menginap di perusahaan." Ucap Isla dengan nada sedih yang dibuat buatnya. Jika bukan karena sikap Isla yang cuek sejak awal pernikahan, apa mungkin Akas akan enggan pulang? Tapi sejak awal Akas memang tidak memiliki ketertarikan yang jelas pada Isla. Semua itu hanya didasarkan pada keuntungan yang dia dapatkan. Adam terdiam dan tidak berbicara, tenggelam dalam pikirannya sendiri.Tidak ada yang mengetahui, bahwa beberapa hari yang lalu kesuciannya yang telah ia jaga selama tiga puluh tahun telah berhasil dilanggar oleh seorang gadis kecil. Karena rasa bersalah saat itu, ia bahkan meninggalkan gadis itu sendirian tanpa meninggalkan kontak untuk di
Di seberang lautan, negara asing yang penuh dengan kebebasan. Wanita dan pria berambut pirang dan berkulit putih ada dimana mana. Beberapa bergandengan tangan mesra dan berciuman intens di pinggir jalan raya.Isla Josephine, wanita cantik itu baru saja turun dari pesawat pribadi milik suaminya. Ia mengenakan kacamata hitam, topi matahari berwarna kuning dan gaun putih kemerahan yang indah. Ia memiliki ekspresi dingin namun penuh keanggunan seorang putri bangsawan."Dimana Adam sekarang?" Tanya Isla pada bodyguard yang ada di sampingnya. Bodyguard itu membawa dua koper di kedua tangannya. Ia memiliki kulit hitam khas orang yang tinggal di negeri gurun. Ia membungkukkan badannya sopan dan menjawab. "Terakhir kali kami mendapatkan informasi bahwa tuan Adam saat ini sedang mengisi mata kuliah tambahan di masa liburan." Ucap sang bodyguard.Ketika mendengar tentang kabar pria tersebut, ekspresi dingin Isla perlahan mencair dan digantikan oleh senyum sombongnya yang memikat. "Seperti yang d
Yang tidak diketahui Salsa, di perusahaan Akas hari itu suasana tampak jauh lebih mencekam. Dengan seorang pemimpin yang workaholic dan kapitalis, hidup para karyawan di perusahaan Akas tidak bisa di bilang mudah. Namun semua kerja keras yang kamu lakukan disini akan mendapatkan hasil yang sepadan. Karena itulah banyak pekerja dari seluruh dunia dengan berbagai gelar, keterampilan, berusaha memasuki gerbang perusahaan Akas.Akas selalu menerapkan peraturan yang ketat namun juga longgar, ia tidak menolak mereka yang tidak memiliki pengalaman karena yang ia butuhkan adalah bakat juga permata mentah yang belum diasah. Ia memperlakukan semua karyawannya secara setara dan mengadopsi aturan siapa yang paling bekerja keras maka dia akan mendapatkan hasil paling banyak. Hari hari para karyawan tersebut monoton, mereka akan memasuki ruang rapat dan bertemu dengan presiden yang selalu berwajah dingin dan tanpa ekspresi tersebut. Sikap Akas yang tegas membuat setiap orang yang hadir merasa gugu
Ketika Salsa terbangun, ia melihat atap yang familiar juga merasakan sensasi yang familiar memenuhi seluruh tubuhnya. Wajahnya memucat, ia bisa merasakan bahwa saat ini ia tidak sedang tertidur di sebuah tempat tidur yang lembut melainkan dada bidang yang hangat dan penuh otot.Salsa terdiam dan perlahan mengangkat kepalanya, mendongak dan bertemu dengan wajah familiar yang tampak masih tertidur lelap tersebut. Salsa menutup mulutnya dan jelas sangat terkejut dengan situasi tersebut.Ia berusaha bangkit dari posisinya saat ini yang sedang berbaring di atas dada Akas. Namun seberapa keras pun usahanya, cengkeraman Akas pada pinggang kecilnya benar benar tak tertahankan. Salsa mengerutkan keningnya merasa jantungnya berdebar kencang. Ia berusaha mengingat kembali apa yang terjadi semalam. Bagaimana ia bisa tidur dengan pria ini lagi? Mabuk benar benar bukan hal yang baik.Salsa merasa kepalanya berdenyut sakit, namun bagian pinggang dan tubuh bagian bawahnya terasa jauh lebih menyakitka
"Gadis kecil, apa kamu tahu siapa aku?" Tanya Akas dengan suara serak. Seakan akan alkohol kembali menguasai dirinya, Akas dimabuk oleh pesona gadis kecil yang saat ini berada di bawah tubuhnya. Jelas jelas ia hanya minum sedikit anggur, dan sebelumnya ia masih mampu sadar sepenuhnya. Namun saat ini ia merasa seperti orang mabuk yang telah meminum sebotol anggur penuh."Paman Akas?" Lirih Salsa mengerjapkan matanya yang memerah entah karena air mata atau karena mabuk. Sementara Akas merasa kepalanya berdengung dengan suara Salsa memanggil dirinya yang terus menggema dalam benaknya. Meraih pinggang Salsa, Akas merasakan nafsu yang kuat perlahan menguasai dirinya. Seperti waktu di hotel saat itu dimana ia tidak bisa mengendalikan dirinya sama sekali di hadapan gadis ini sama sekali."Panggil lagi!" Ucap Akas dengan suaranya yang serak, ia menarik nafas dalam dalam berusaha melepaskan diri. Namun reaksi tubuhnya jauh lebih jujur, seluruh tubuhnya saat ini seakan akan tidak berada dalam
Kembali ke apartemen yang familiar. Salsa tidak melihat seorangpun ada di rumah. Salsa dengan lunglai melemparkan tas nya ke atas sofa. Ia berjalan menuju lemari pendingin, namun melihat lemari itu hanya penuh dengan bahan masakan. Salsa terdiam dan entah bagaimana suasana hatinya sedikit membaik ketika membayangkan kembali bagaimana Akas memasakkannya menu sarapan hingga makan malam menggunakan bahan bahan dari lemari pendingin ini. Namun itu tidak benar benar menghilangkan kesedihan Salsa.Ia berjalan menuju lemari, ia sudah melihat lemari ini sejak ia datang pertama kali. Di lemari ini terdapat koleksi wine wine ternama dunia. Masing masing memiliki nilai koleksi dan harga jual yang tinggi. Akas pernah berkata bahwa ia boleh mengambil wine dari rak anggur ini jika ia ingin mabuk. Jadi sekarang, Salsa memilih yang termurah di antaranya untuk membantunya meredakan rasa sedihnya.Duduk di lantai, Salsa menuangkan wine secara penuh ke dalam gelas. Ia memutar gelas itu ringan, ingatan
"Aku datang untuk memberikan hadiah pada putri baptisku." Akas berkata dengan dingin. Namun ungkapannya sudah menyiratkan bahwa ia sangat mementingkan Salsa. Disisi lain, Salsa sedikit mengangkat kepalanya menatap Akas dengan ekspresi rumit. Jika sebelumnya ia akan merasa kesal, namun kini sebutan
"Aku dengar dari paman Sam bahwa kamu suka melukis dan menggambar komik. Jadi aku membelikanmu alat lukis, ada juga tab yang bisa kamu gunakan untuk membuat komik, aku juga membelikan laptop dengan konfigurasi terbaik." Akas berkata dengan suara tenang, namun ada jejak kasih sayang dalam beberapa n
Dalam perjalanan pulang, Dimas yang sedang menyetir juga berbicara dengan nada sedikit ragu dalam suaranya."Tuan, aku dengar Tuan Henry memarin pulang membawa seorang wanita yang memiliki anak perempuan. Anak perempuan utu umurnya mungkin hampir sama dengan nona Salsa." Ucap Dimas. Ketika Akas men
Waktu berlalu begitu ringan dan cepat. Beberapa hari sudah berlalu dan Salsa kembali ke kehidupan monotonnya yang terkurung di dalam rumah besar itu. Ia tidak melihat jejak Henry pulang sekalipun dan tiba tiba terbiasa dengan itu. Lagipula memang biasanya seperti ini. Hingga pada suatu hari, karena




![Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)


