Pak Pradipta menatap putrinya yang tertunduk lesu. Kemarahan yang tadi sempat berkobar di mata Alena kini meredup, tergantikan oleh gumpalan rasa gundah yang begitu berat. Alena mengaduk-aduk teh hangatnya yang sudah mendingin tanpa berniat meminumnya."Tapi ada satu hal yang Ayah tidak tahu," ucap Alena, suaranya melemah, nyaris tenggelam di antara denting sendok.“Apa itu?” tanya Pradipta."Bayu... dia sudah tidak sendiri lagi, Ayah. Dia sudah memiliki wanita lain di hidupnya,” jawab Alena.Pak Pradipta menghentikan gerakan cangkirnya, alisnya bertaut rapat. "Wanita lain? Siapa? Apakah mereka sudah menikah?"Alena menggeleng perlahan, matanya mulai berkaca-kaca saat memori menyakitkan kemarin pagi kembali berputar di benaknya. "Belum menikah, tapi hubungan mereka sepertinya sangat dalam. Namanya Maudy. Dia juga bekerja di kantor Bayu,” terang Alena.“Selagi belum menikah, itu bukan hal besar Alena,” sahut Ayahnya. Alena menarik napas panjang, mencoba mengumpulkan kekuatan untu
Read more