Satu jam telah berlalu. Bayu, yang sudah tampak segar setelah membersihkan diri, duduk dengan tegap di hadapan Maudy dan ibunya. Pria itu makan dengan lahap, sesekali melemparkan senyum ramah yang tulus setiap kali pandangan matanya berpapasan dengan sang calon ibu mertua. Di sampingnya, Maudy mengunyah makanannya dengan ritme yang teramat lambat. Di dalam dada Maudy, jantungnya sudah berdegup tidak karuan. Ia terus melirik ke arah ibunya, tahu betul bahwa setelah piring-piring ini kosong, sebuah percakapan berat yang krusial akan segera dimulai.Detik demi detik berlalu dalam alur yang terasa begitu menegangkan bagi Maudy. Hingga akhirnya, sang ibu meletakkan sendoknya perlahan, menyeka bibirnya dengan tisu, lalu memajukan sedikit tubuhnya ke arah meja. Tatapan mata paruh baya itu berubah, tidak lagi santai seperti saat memasak di dapur tadi, melainkan penuh dengan keseriusan seorang orang tua yang menuntut kejelasan."Bayu..." panggil sang ibu, suaranya mengalun lambat, memecah
Read more