Ibu Maudy tertegun, bibirnya terkatup rapat tanpa sanggup membalas sepatah kata pun. Pengakuan Maudy yang begitu gamblang membuat amarah sang Ibu tertahan di tenggorokan, meninggalkan kecanggungan yang berat di dalam ruang perawatan VVIP itu.Maudy menggenggam jemari ibunya, menatap dengan sorot memohon. "Ibu, tolong jangan terus-terusan menyalahkan Mas Bayu atas keputusan yang sebenarnya Maudy ambil sendiri.."Ibu Maudy mendesah napas panjang, lalu menarik pelan tangannya dari genggaman Maudy. "Ibu cuma tidak mau kamu kenapa-napa, Maudy. Sudah, jangan banyak bicara dulu. Kamu harus istirahat."Beliau kemudian berjalan menuju sofa di sudut ruangan, mendudukkan dirinya di sana sembari memalingkan wajah ke luar jendela. Meskipun tidak lagi mengomeli Bayu, ketegangan dingin masih tersisa di udara.Bayu mendekati Maudy, mengelus lembut kepala istrinya. "Terima kasih, Sayang... Tapi kamu tidak boleh makin stres, ya. Sekarang meramlah, istirahat.""Iya, Mas..." bisik Maudy pelan, ma
더 보기