مشاركة

Bab 450

مؤلف: Kak Han
last update تاريخ النشر: 2026-08-19 22:00:52

Begitu pintu kamar hotel tertutup rapat dan langkah kaki Bayu memudar di luar, pertahanan diri Cindy runtuh seketika. Tubuhnya meluruh dari sofa, bersimpuh kaku di atas karpet tebal yang dingin.

​Isak tangis yang sejak tadi ditahannya pecah tanpa jeda. Cindy menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, membiarkan air matanya mengalir deras membasahi jemarinya.

​Dadanya terasa begitu sesak oleh kecamuk emosi yang saling bertabrakan. Ada rasa haru dan hangat yang membuncah ketika mengetahui beta
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 454

    Maudy dan Bayu mematung di tempatnya masing-masing. Di ambang pintu ruangan VVIP, berdiri Andra yang mengenakan kemeja rapi berdampingan dengan Tasya yang tampak anggun membawa sebuah keranjang buah segar. Mereka berdiri begitu rapat, memancarkan suasana canggung tapi tak terelakkan. Yakni sebuah kebersamaan yang teramat rapi untuk sebuah kebetulan.​Bayu dan Maudy secara refleks saling melempar kerlingan mata. Alis Bayu terangkat sebelah, sementara Maudy membelalakkan mata seolah bertanya, “Bagaimana bisa mereka datang bersama?”​Sebab, semua orang tahu bagaimana sengitnya hubungan mereka selama ini. Andra, pria yang dulunya staf biasa, selalu mendapatkan penolakan dingin dan sikap angkuh dari Tasya. Melihat mereka melangkah masuk secara bersamaan adalah sebuah pemandangan langka yang sangat mengejutkan.​"Selamat malam Pak Bayu, Bu Maudy," ulang Andra sekali lagi, mencoba mencairkan keheningan dengan dehem pelan.​"Malam, Mbak Maudy, Mas Bayu," sapa Tasya halus, menyunggingkan seny

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 453

    Mendengar putrinya masih saja memikirkan tentang Cindy, Ibu Maudy segera angkat bicara."Sudahlah, Maudy!" potong Ibu Maudy cepat sebelum Bayu sempat menjawab. "Kamu ini sedang hamil, calon anakmu ada empat di dalam sana. Kenapa otakmu masih saja sibuk mengurus anak itu?"​"Tapi, Bu... Cindy itu…” Muady berusaha mengatakan pembelaan, tapi Ibunya kembali memotong ucapannya.​"Kamu lihat sendiri kan?" seru Ibunya Maudy dengan nada tinggi, menatap putrinya tajam. "Orang yang kamu bela-bela, orang yang kamu tolong sampai kamu ikutan stres masuk rumah sakit, bahkan tidak menunjukkan batang hidungnya sama sekali saat kamu sakit begini! Mana kepeduliannya? Mending kalau dia ketakutan lalu pergi sekalian, rumah kita jadi tenang!"​Maudy menghembuskan napas berat, matanya berkaca-kaca mendengar tuduhan ibunya. "Ibu jangan bicara begitu. Cindy itu tidak punya siapa-siapa lagi setelah mendiang ibunya meninggal. Kita tidak tahu apa yang sedang dia alami."​"Maudy!" tegar sang Ibu makin sengit. "K

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 452

    Tasya menghempaskan ponselnya ke atas meja kafe dengan napas memburu. Jantungnya berdebar kencang usai mendengar tuduhan tebakan dari Andra di telepon tadi.​"Cemburu?" gumam Tasya pada dirinya sendiri, menyilangkan kedua tangan kaku di dada. "Percaya diri sekali pria itu. Mana mungkin aku cemburu padanya!"​Namun, makin Tasya berusaha menyangkal, bayangan foto Andra berdiri mendampingi Cindy di lobby hotel itu makin berputar jelas di kepalanya. Selama ini Tasya selalu menolak dan memandang sebelah mata perhatian Andra. Namun saat membayangkan pria itu memberikan perhatian pada wanita lain, ada rasa tak nyaman yang menyengat dadanya.​Ia meraih tas tangannya dan bangkit dari kursi. Rasa penasaran dan gengsi yang terus terusik mendorongnya untuk memastikan sendiri apa yang sebenarnya terjadi di hotel tersebut.​Sementara itu, Andra yang khawatir salah paham ini makin berlarut-larut, segera memacu mobilnya meninggalkan kantor. Ia tiba di lobby hotel tepat saat melihat Tasya berdiri ber

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 451

    Di dalam ruangan kerjanya, Andra sedang memeriksa berkas laporan bulanan ketika ponsel di samping laptopnya bergetar nyaring. Sebuah notifikasi pesan masuk dari nomor yang sangat ia hafal membuat pergerakan jemarinya terhenti seketika.Nama ​Tasya ada di sana.​Sudah berbulan-bulan wanita anggun nan angkuh itu tidak pernah menyapanya, apalagi mengirimkan pesan terlebih dahulu. Dengan dada berdebar halus, Andra meraih ponselnya dan membuka pesan tersebut.​Namun, senyuman tipis yang sempat terukir di bibirnya sirna dalam sekejap. Matanya membelalak lebar mendapati gambar screenshot portal berita online yang menampilkan dirinya bersama Cindy di lobby hotel, lengkap dengan kalimat sindiran tajam dari Tasya.​"Bagus ya, Pak CEO baru. Sekarang sibuk mengantar perempuan masuk hotel? Sama adik angkatnya Mas Bayu pula. Mau coba menjelaskan sesuatu, Ndra?"​"Astaga! Gimana Tasya bisa tau?" Kejut Andra panik, seketika peluh dingin membasahi telapak tangannya.​Rasa cemas menjalar cepat ke selur

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 450

    Begitu pintu kamar hotel tertutup rapat dan langkah kaki Bayu memudar di luar, pertahanan diri Cindy runtuh seketika. Tubuhnya meluruh dari sofa, bersimpuh kaku di atas karpet tebal yang dingin.​Isak tangis yang sejak tadi ditahannya pecah tanpa jeda. Cindy menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, membiarkan air matanya mengalir deras membasahi jemarinya.​Dadanya terasa begitu sesak oleh kecamuk emosi yang saling bertabrakan. Ada rasa haru dan hangat yang membuncah ketika mengetahui betapa besarnya perhatian Bayu padanya. Pria itu tetap berdiri sebagai pelindung, tidak membiarkannya terlunta-lunta, bahkan di tengah badai kesalahpahaman yang menghantam rumah tangganya sendiri.​"Kenapa, Mas...?" bisik Cindy luluh di antara sedu-kayannya. "Kenapa Mas Bayu harus sebaik ini...?"​Namun, di balik rasa bersyukur itu, ada kepedihan yang jauh lebih mencengkeram. Cindy sadar betul akan batasan yang membentang lebar di antara mereka. Bayu adalah pria beristri, dan Cindy hanyalah seorang

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 449

    Cindy berdiri kaku di ambang pintu, jemarinya yang dingin meremas kuat gagang pintu kayu tersebut. Matanya menatap Bayu dengan tatapan campur aduk. Antara cemas, bersalah, dan rasa tidak enak hati yang amat dalam.​"Mas... Mas Bayu tidak seharusnya ke sini," bisik Cindy pelan, suaranya parau dan terbata-bata.​Bayu tidak langsung menjawab. Pria itu mengamati wajah pucat Cindy, lingkaran hitam di bawah matanya, serta tubuhnya yang tampak makin kurus dan lemah.​"Boleh Mas masuk?" tanya Bayu tenang namun bernada tak bisa dibantah. "Tidak enak bicara di depan pintu seperti ini."​Cindy ragu-ragu sejenak, lalu mengangguk tipis dan menggeser tubuhnya ke samping, memberi jalan. Bayu melangkah masuk ke dalam kamar hotel yang luas itu. Pria bertubuh tinggi itu memilih duduk di salah satu kursi sofa dekat jendela, sementara Cindy tetap berdiri canggung beberapa langkah di depannya.​"Duduk, Cindy," panggil Bayu seraya menunjuk sofa tunggal di seberangnya.​Cindy menunduk, berjalan pelan, lalu

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 2

    “Simpan pertanyaanmu dan kembali lanjutkan pekerjaanmu!” titah Rio mengalihkan pertanyaan dari Bayu. Bayu tidak bisa mengelak. Dia lekas undur diri dan beranjak dari tempatnya berdiri. “Baik Pak Rio, saya akan kembali bekerja,” ucap Bayu sebelum dia melangkah pergi. Pintu ruangan tersebut kembali

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 1

    "500 juta untuk pengobatan ibumu, tapi dengan syarat, gauli istriku sampai hamil!" Degh! Jantung Bayu seolah berhenti berdetak usai mendengar perintah dari suami bosnya sendiri, Rio. Dia yang masih dibalut keringat usai mengepel, mendadak diminta ke ruang CEO dan menerima perintah di luar nalar.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 5

    Ponsel Maudy berbunyi dan bergetar hebat di atas kasur. Menampakkan layar ponsel yang sangat terang. “Ibu mertua!” serunya dengan pikiran yang kacau saat Ibu mertuanya melakukan panggilan video. Meski Ibu mertuanya belum mengucapkan apapun, Maudy sudah tau apa yang hendak perempuan itu katakan.

  • Mau Lagi, Nyonya?   Bab 4

    Satu jam sudah Bayu berdiri di balik pintu. Sementara Maudy, dia tetap pada posisinya. Duduk bertekuk lutut di sudut kasur. Tidak bergerak dan juga tidak ada niatan merealisasikan ancamannya.Kaki Bayu mulai merasa pegal. Sejak tadi dia sudah berusaha mengabaikan rasa pegalnya,, tapi kali itu dia s

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status