Melihat keberanian Andra yang tanpa ragu menerima tantangan mahar fantastis tersebut, keheningan menyelimuti ruang tamu kediaman Heru. Tasya menahan napas, matanya tak berkedip menatap Andra. Sementara Heru, yang semula berniat menggertak mental calon menantunya, bersandar perlahan pada sofa kulitnya.Binar ketegasan Andra, ditambah kehadiran Bayu yang berdiri kokoh menyokong di sampingnya, membuat Heru menyadari satu hal bahwa pria di hadapannya bukan lagi staf rendahan yang bisa diremehkan."Tiga bulan?" ulang Heru pelan, mengamati raut wajah Andra yang tak menyiratkan sedikit pun keraguan. "Kamu yakin dengan ucapanmu, Andra? Dua miliar tunai, satu kilogram emas, dan satu unit rumah bukan jumlah yang kecil.""Saya sangat yakin, Om Heru," sahut Andra mantap. "Bagi saya, Tasya adalah wanita yang sangat berharga. Jika Om Heru meletakkan standar sedemikian tinggi untuk menjaga putri tunggal Om, maka tugas saya sebagai pria adalah membuktikannya, bukan menawarnya."Mendengar penutura
Read more