Tawa di ruang VIP rumah sakit itu belum sepenuhnya mereda ketika Andra mendadak mengalihkan pandangannya dari empat inkubator mungil tersebut ke arah Tasya. Melihat betapa antusias dan gemasnya Tasya menatap bayi-bayi kembar itu, sebuah ide jahat untuk menggoda calon istrinya mendadak terlintas di kepala Andra.Andra melangkah mendekati Tasya, lalu menyandarkan siku di pinggir brankar Maudy dengan mengulas senyuman jahat nan memikat."Kamu kelihatan gemas banget ya, Tasya, melihat Arka, Bagas, Cakra, sama Daffa?" tanya Andra dengan nada suara yang sengaja dibuat lembut namun sarat akan godaan.Tasya mendongak, menyapu rambutnya ke belakang telinga tanpa curiga. "Iya lah! Siapa yang tidak gemas melihat empat bayi lucu begini? Mukanya mirip Mas Bayu semua lagi.""Kalau gitu..." Andra mencondongkan tubuhnya sedikit, berbisik dengan intonasi menggoda yang pas di telinga Tasya, "Nanti setelah kita nikah, kita minta sama Tuhan biar dikasih anak kembar juga ya? Minimal kembar tiga atau e
Read more