Sasqia baru saja selesai routine skincare malamnya. Wajahnya sudah bersih, lembap, dan sedikit berkilau di bawah lampu kamar yang redup. Ia mematikan lampu wardrobe, lalu melangkah pelan menuju ranjang. Kaelix sudah berbaring di sana, tubuhnya setengah tertutup selimut, satu tangan di belakang kepala. Matanya terbuka ketika mendengar langkah istrinya. Seperti biasa setiap malam, tatapannya langsung melembut begitu melihat Sasqia. Sasqia naik ke ranjang dan berbaring di sampingnya. Belum sempat ia membenarkan posisi, Kaelix sudah bergeser mendekat. Lengannya melingkar di pinggang Sasqia, menariknya pelan ke arah tubuhnya. Bibirnya mendarat di pelipis istri, lalu turun ke pipi, sebelum akhirnya mencium bibir Sasqia lembut. Ciuman itu perlahan menjadi lebih dalam. Tangan Kaelix mulai meraba pinggang ramping Sasqia, naik pelan ke sisi tubuhnya, jari-jarinya menyusuri kulit yang masih hangat. Napasnya terasa lebih dalam di dekat telinga Sasqia. “Sayang ….” bisik Kaelix, suaranya rend
더 보기