공유

BAB 278

작가: Langit Parama
last update 게시일: 2026-08-02 00:02:39

Sasqia baru saja selesai routine skincare malamnya. Wajahnya sudah bersih, lembap, dan sedikit berkilau di bawah lampu kamar yang redup. Ia mematikan lampu wardrobe, lalu melangkah pelan menuju ranjang.

Kaelix sudah berbaring di sana, tubuhnya setengah tertutup selimut, satu tangan di belakang kepala. Matanya terbuka ketika mendengar langkah istrinya.

Seperti biasa setiap malam, tatapannya langsung melembut begitu melihat Sasqia.

Sasqia naik ke ranjang dan berbaring di sampingnya. Belum semp
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 280

    Ruang praktik mendadak terasa lebih sunyi setelah pemeriksaan selesai. Dokter tidak langsung memberikan penjelasan seperti biasanya. Tatapannya bergantian menyusuri layar USG, hasil laboratorium, lalu kembali lagi ke monitor di hadapannya. Sesekali alisnya berkerut tipis, seolah ada sesuatu yang belum benar-benar sesuai dengan dugaan awalnya. Di kursi sebelah, Sasqia tanpa sadar meremas ujung rok yang menutupi lututnya. Tatapannya bergantian antara dokter dan Kaelix, berharap wanita paruh baya itu segera mengucapkan sesuatu. Namun yang terdengar hanya suara pendingin ruangan. Keheningan yang semula terasa biasa perlahan berubah menyesakkan. Kaelix akhirnya memecahnya. “Ada sesuatu, Dok?” Dokter mengangkat kepala, tetapi bukannya menjawab, ia kembali memperbesar gambar pada layar. Jemarinya menggeser beberapa data sebelum perlahan melepas kacamatanya. “Tunggu sebentar.” Kaelix menarik napas pendek. Tatapannya beralih kepada Sasqia. Wanita itu mencoba membalas dengan senyum tip

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 279

    Sasqia membulatkan matanya. Bukan karena terkejut, melainkan karena merasa muak. “Apa?” tatapannya menusuk tajam. “Mas sadar sedang bicara apa?” Raka tak bergeming. “Saya tidak sedang memfitnah suami atau pun kakak kamu. Saya melihat sesuatu.” Sasqia mengepalkan jemarinya di gagang troli. “Aku kasih waktu Mas lima detik buat narik ucapan itu. Kalau gak ….” Raka memotong ucapannya. “Kalau saya bohong, saya siap bertanggung jawab. Tapi kalau saya benar ...,” ia menatap Sasqia tanpa berkedip. “apa kamu siap menerima kenyataannya?” _____ Sejak meninggalkan supermarket, pikiran Sasqia tak benar-benar tenang. Kalimat-kalimat yang dilontarkan Raka terus berputar di kepalanya. Sekali lagi bukan karena ia mempercayainya. Melainkan karena ia yakin pria itu sengaja sedang berusaha mengusik rumah tangganya. “Aku yakin Mas Raka cuma lagi cari cara buat bikin hubungan aku sama Mas Kael retak,” gumamnya lirih sambil menggenggam kemudi. “Lagipula sekarang Kak Shiren udah punya pekerjaan bagu

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 278

    Sasqia baru saja selesai routine skincare malamnya. Wajahnya sudah bersih, lembap, dan sedikit berkilau di bawah lampu kamar yang redup. Ia mematikan lampu wardrobe, lalu melangkah pelan menuju ranjang. Kaelix sudah berbaring di sana, tubuhnya setengah tertutup selimut, satu tangan di belakang kepala. Matanya terbuka ketika mendengar langkah istrinya. Seperti biasa setiap malam, tatapannya langsung melembut begitu melihat Sasqia. Sasqia naik ke ranjang dan berbaring di sampingnya. Belum sempat ia membenarkan posisi, Kaelix sudah bergeser mendekat. Lengannya melingkar di pinggang Sasqia, menariknya pelan ke arah tubuhnya. Bibirnya mendarat di pelipis istri, lalu turun ke pipi, sebelum akhirnya mencium bibir Sasqia lembut. Ciuman itu perlahan menjadi lebih dalam. Tangan Kaelix mulai meraba pinggang ramping Sasqia, naik pelan ke sisi tubuhnya, jari-jarinya menyusuri kulit yang masih hangat. Napasnya terasa lebih dalam di dekat telinga Sasqia. “Sayang ….” bisik Kaelix, suaranya rend

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 277

    “Mama sakit?” tanya Sherly polos sambil mendongakkan wajah mungilnya ke arah sang ibu. Shiren segera menggeleng dan tersenyum menenangkan. “Nggak, Sayang. Mama baik-baik aja. Tadi cuma agak pusing sedikit, sekarang udah mendingan.” Ia lalu melirik Kaelix sekilas sebelum kembali menatap putrinya. “Om Kael tadi udah kasih Mama obat.” Kaelix mengangkat sebelah alis. “Bukan saya,” ujarnya datar. “Pembantu saya yang mengambilkannya.” Tanpa memperpanjang pembicaraan, pria itu membungkukkan tubuhnya lalu mengulurkan kedua tangan ke arah Sherly. “Sini.” Sherly langsung menyambut dengan antusias. Begitu tubuh mungilnya terangkat ke dalam gendongan Kaelix, kedua lengannya spontan melingkar di leher pria itu. “Hehe ... Om tinggi banget,” seru bocah itu. Sudut bibir Kaelix terangkat tipis. “Karena Om sudah dewasa.” “Iya juga, ya.” Jawaban polos Sherly membuat Sasqia tak kuasa menahan tawa kecil. Kaelix pun membawa bocah itu melangkah menjauh menuju taman belakang, membiarkan Sherly ter

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 276

    “Aduh ....” Tubuhnya sedikit limbung hingga harus berpegangan pada pagar tangga. Tatapan Kaelix melirik singkat ke wajah kakak iparnya itu. “Kamu kenapa?” Shiren mengangkat wajah perlahan. Senyumnya dipaksakan, seolah tak ingin merepotkan. “Nggak apa-apa ...,” ia menggeleng pelan. “Cuma akhir-akhir ini kepala sering pusing. Mungkin kecapekan.” Shiren kembali memegangi pelipisnya. “Ah ....” Kaelix memperhatikannya beberapa detik. Tak ada kepanikan. Tak ada perubahan ekspresi. Pria itu hanya menoleh ke arah salah seorang pelayan yang kebetulan melintas. “Bi.” Pelayan itu segera menghampiri. “Iya, Tuan?” “Tolong ambilkan obat sakit kepala. Siapkan juga air hangat.” “Baik, Tuan.” Pelayan itu langsung bergegas menuju dapur. Shiren sempat terdiam. Ia berharap Kaelix akan menghampirinya, atau setidaknya memegang lengannya. Namun pria itu tetap berdiri di tempatnya. Jarak mereka bahkan tak berubah sedikit pun. “Kalau memang badanmu tidak enak,” ucap Kaelix datar, “setelah minum

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 275

    Shiren berdiri di depan cermin, merapikan rambutnya untuk terakhir kali sebelum mengambil sebuah paper bag yang telah ia siapkan sejak pagi. Di dalamnya tersimpan beberapa botol jamu racikan yang akan ia berikan kepada Sasqia. Senyum tipis terukir di sudut bibirnya. Tak lama kemudian, langkah kaki kecil terdengar mendekat. “Mama ....” panggil Sherly sambil memeluk kaki ibunya. Shiren menoleh dan langsung membelai lembut kepala putrinya. “Iya, sayang?” “Mama cantik.” Shiren terkekeh pelan. “Terima kasih.” “Mama mau ke mana?” Sherly menatap ibunya dengan kepala miring. “Mama mau ajak Sherly jalan-jalan.” Mata Sherly langsung membulat antusias. “Ke mana?” “Ke rumah Tante Qia dan Om Kael.” Seketika wajah mungil itu berbinar. “Serius?” Shiren mengangguk sambil tersenyum. “Iya. Makanya ayo kita berangkat sekarang.” Ia menggenggam tangan kecil putrinya, sementara tangan satunya membawa paper bag tersebut. Sherly yang sedari tadi memperhatikan bungkusan itu tak bisa menahan rasa

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 90

    “Mas semalam ke rumah sakit, ya?” tanya Sasqia pelan, membuka percakapan lebih dulu saat mereka makan siang bersama. Sendok di tangan Tristan terhenti di udara. Ia lalu meletakkannya kembali di atas piring, sebelum menatap Sasqia. “Kamu tahu dari mana?” Sasqia tersenyum kecil. “Semalam Tuan Kael

    last update최신 업데이트 : 2026-04-02
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 89

    “Om Tristan ke mana, Sus?” tanya Sana siang itu dengan suara kecil. Usai makan dan menelan obatnya, tubuh mungilnya diminta beristirahat. Ia sudah berbaring di atas ranjang rumah sakit, selimut menutupi hingga dada. Babysitter yang menemaninya duduk di kursi dekat ranjang, mengusap pelan rambut h

    last update최신 업데이트 : 2026-04-02
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 48

    “Kaelix memberikan sponsor itu pada pramugari lain?” Mata Miriam membulat tajam. “Padahal aku sudah lebih dulu mencantumkan nama Jessie.” “Ada alasannya,” jawab Remmer tenang, mencoba meredam gejolak di suara istrinya. “Apa alasannya?” dagu Miriam terangkat tinggi, s

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 45

    “Semalam Sasqia tidak datang, Pak?” tanya Jevier pagi itu saat memasuki kamar rawat inap Mahendra. Mahendra yang sedang bersandar di ranjang tersenyum tipis. “Tidak, Dok. Tapi dia sudah mengirim pesan. Katanya langsung pulang ke kost.” Jevier mengangguk pelan. Tanpa banyak bicara, ia menyiapk

    last update최신 업데이트 : 2026-03-24
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status