"Sebaiknya, Anda berdiskusi dahulu dengan keluarga. Apapun keputusan yang diambil nanti, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu," ucap dokter dengan nada suara yang berat, seolah setiap kata yang keluar adalah beban yang menghimpit dada.Alvin terpaku, terduduk lesu di kursi tunggu yang dingin di depan ruang penanganan darurat. Belum genap dua jam yang lalu, ia masih berada di kantornya, merapikan berkas-berkas penting untuk rapat besar di luar kota. Namun, satu dering telepon meruntuhkan seluruh dunianya. Istrinya, Azalea, menjadi korban tabrak lari. Azalea yang sedang mengandung buah hati mereka, dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan sekarat.Alvin membatalkan segalanya, menyerahkan urusan perusahaan pada manajemen pemasaran, dan melajukan mobilnya bak kesetanan menuju rumah sakit. Namun, yang ia dapati di sana bukanlah pelukan hangat, melainkan sebuah pilihan mustahil yang diberikan oleh takdir melalui lisan dokter."Pilih salah satu," kata dokter tadi.Azalea mengal
Last Updated : 2026-02-26 Read more