Winter menelan ludahnya pelan. Kepalanya langsung dipenuhi banyak kemungkinan. “Mereka mengenal wajah Storm Libermon?” pikirnya panik.Pasalnya, sepanjang dia menyelidiki kasus Libermon. Jangankan nama asli, wajah pun tidak bisa dia temukan.Simon, Storm, Denzel, Levin. Nama itu benar-benar tak pernah muncul di bawah kasus Libermon. Hanya ada nama-nama samaran yang kalau makin telusuri, justru mendapatkan jalan buntu.“Dari sisi mana pun, Tuan Storm jauh lebih baik dari Mark,” bisik Tuan Anthony tanpa menyadari perubahan ekspresi di wajah gadis itu.Dia bahkan sempat melirik ke pintu, kali saja ada Mark yang sedang menguping di balik pintu.Winter mengerjap, makin tak mengerti. “Jauh lebih baik? Memangnya dia siapa?”“Kau tidak tahu?” tanya Tuan Anthony terlihat heran.Winter hanya menggeleng kecil, sambil ikut bingung.Sampai mata lelaki berambut pirang itu menyipit. “Jangan-jangan kau dan Tuan Storm melakukan kencan buta.”“K-kencan buta?” beo Winter.Bisa-bisanya istilah itu terlin
Read more