Winter meletakkan sumpitnya lalu bangkit dengan hati-hati. Begitu membuka pintu, seorang wanita berdiri di sana dengan tas medis di tangan. Penampilannya rapi, tenang, dan jelas terbiasa datang untuk urusan seperti ini.“Selamat sore, Nona Winter,” ucap wanita itu lembut.“Dokter Isabel.” Winter sempat mencari ke belakang tubuh wanita di depannya. Ada helaan napas lega ketika tidak menemukan Storm di sana.“Sendiri, Dok?” Dia lalu membuka pintu lebih lebar dan bergeser, memberi ruang pada tamunya untuk masuk.“Tentu sendiri. Tuan Storm yang memanggil saya untuk memeriksa luka Anda.”Isabel tidak menunggu lama. Dia masuk setelah Winter memberi jalan, lalu menaruh tas medisnya di meja ruang tengah.“Anda sedang makan?” tebaknya merasakan aroma masakan di sini.Winter tersenyum kecil. “Hehe, begitulah. Dokter sudah makan?”“Sudah. Lanjutkan saja makannya, nanti saya periksa. Anda harus dalam keadaan kenyang nanti.”Meski tidak mengerti maksud Dokter Isabel, Winter tetap menurut saja. Dia
Read more