Bimo dan Vanya kaget saat melihat pintu rumah terbuka. Dengan cepat Vanya menutup area bagian bawahnya dengan dasternya. Terlihat Anto muncul di depan ambang pintu, mulut pria itu menganga lebar saat melihat Vanya duduk diatas pangkuan Bimo. “Vanya… Bimo… apa yang sedang kalian berdua lakukan?” tanya Anto dengan nada suara bergetar. “I-ini tidak seperti yang kamu pikirkan, Nto. T-tadi, Vanya hampir terjatuh, makanya aku menangkap tubuhnya hingga dia terduduk di atas pangkuanku,” jawab Bimo tergagap, keringat dingin mulai bercucuran membasahi dahinya. “Benarkah?” Anto berjalan cepat mendekati mereka dengan wajah cemas. ”Astaga Vanya, kamu harus berhati-hati, nanti kandungan kamu kenapa-napa. Apa kamu baik-baik saja sekarang? Apa perutmu sakit atau kram?” “Aku baik-baik saja. Mas nggak perlu cemas. Sebaiknya Mas mandi dulu,” Vanya menutup hidungnya.” Bau soalnya.”“Oh iya, kamu kan akhir-akhir ini sensitif dengan bau tubuhku,”Anto menatap Bimo sejenak.” Bim, tunggu sebentar ya. Aku
Last Updated : 2026-05-25 Read more