Bimo baru saja sampai di rumah Pak Rahmat. Ia turun dari mobilnya lalu mengetuk pintu rumah Pak Rahmat beberapa kali. Tok… Tok… Tok.. Tak lama menunggu, pintu akhirnya dibuka oleh seseorang dari luar. Muncul seorang pembantu di ambang pintu berusia sekitar 50 tahunan dengan mengenakan daster terusan batik sambil memegang gagang sapu di tangannya. “Permisi Bu, apakah Pak Rahmat ada di dalam?” tanya Bimo.“Pak Rahmat ada di dalam Pak, ayo silahkan masuk dulu,” pembantu itu membuka lebar pintunya dan mempersilahkan Bimo untuk masuk. Bimo melangkah masuk ke dalam lalu duduk di ruang tamu.“Tunggu sebentar ya Pak, saya akan panggilkan dulu Pak Rahmat,” ucap pembantu sebelum meninggalkannya sendirian disana. Bimo mengangguk pelan, "Baik, Bu. Terima kasih."Sembari menunggu, Bimo mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruang tamu yang tampak sepi itu. Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki yang mendekat ke arahnya. Pak Rahmat muncul dengan mengenakan sarung dan kaos oblong santai.
Last Updated : 2026-05-18 Read more