“Ada apa Ri? Apa terjadi sesuatu di pabrik?” tanya Bimo dengan jantung berdegup kencang. Bukankah masalah penyegelan kemarin sudah clear? Lantas ada masalah apa lagi? “S-saya tidak bisa menjelaskannya di telepon Pak. Sebaiknya Bapak segera datang ke pabrik,” jawab Ari terdengar panik di ujung sana. “Baiklah, saya kesana sekarang juga,”Bimo menutup panggilan teleponnya dan kembali menaruh ponselnya di dalam saku celana. “Bimo, ada apa? Apa di pabrik ada masalah lagi?” tanya Mayang seolah menyadari sesuatu yang tidak beres. “Ah, tidak ada masalah apa-apa Ma. Mama lanjutkan saja sarapannya dengan yang lain. Kalau kalian mau nambah, di panci masih ada buburnya. Aku pergi kerja dulu, sampai jumpa nanti sore,” kilah Bimo, sengaja menutupi masalah ini dari Mayang dan Tiara karena tidak ingin membuat mereka kepikiran. “Hati-hati Bimo, jangan ngebut-ngebut dijalan,” pesan Mayang. “Iya Ma,” Bimo mencium puncak kepala Mayang dan Tiara sebelum melangkah pergi meninggalkan rumah. Setelah it
Terakhir Diperbarui : 2026-06-30 Baca selengkapnya