Udara di penthouse mewah itul terasa tebal, memanas oleh gairah yang membakar. Jovian menatap Vandella, CEO Arthesia Capital yang angkuh dan perkasa, kini tergeletak pasrah di tengah ranjang king-size, tubuhnya seperti dewi yang baru saja menyerahkan diri sepenuhnya pada takdir. Kakinya masih terbuka lebar, paha jenjangnya yang biasanya tersembunyi rapat di balik rok pensil ketat kini berkilau basah, oleh campuran keringat dan cairan gairahnya sendiri yang lengket. Gerbang kewanitaannya yang merah jambu, kini membengkak, berkedut pelan, seolah berdenyut merengek, memohon untuk diisi sampai penuh. Bibirnya yang tadi selalu dipoles merah gelap sempurna, kini luntur, hanya menyisakan noda merah muda yang basah dan sedikit bengkak karena ciuman-ciuman mereka yang membabi-buta.“Ian… oh, Ian… please…” suara Vandella pecah, manja, nyaris seperti erangan lirih yang belum pernah keluar dari bibir sang Ratu Arthesia Capital. Matanya memancarkan campuran malu, nafsu, dan kenikmatan yang memabuk
Baca selengkapnya