Luna membuka pouch kain beludru itu dengan jemari yang masih gemetar. Di bawah pendar lampu ungu Kamar 07 yang remang, matanya yang sembab membelalak saat melihat isinya.Bukan emas, bukan perhiasan. Hanya sebuah benda kecil, putih kusam, dengan ujung yang sedikit retak dan masih menyisakan noda kecokelatan yang telah membatu—darah lama yang tak pernah luruh sepenuhnya. Luna mengernyit, memutar benda keras itu di telapak tangannya dengan bingung. Ia tidak mengenali benda apa itu, apalagi milik siapa.“Apa ini, Bon?” bisik Luna parau.Bobby menatap benda itu dengan tatapan yang sangat dalam, lalu beralih menatap manik mata Luna. “Itu adalah sebuah gigi geraham, Lun. Milikmu sendiri.”Luna tersentak. Pikirannya seolah tersambar kilat, namun Bobby tidak membiarkannya tenggelam dalam kebingungan lebih lama. Suara berat pria itu mulai mengalun, menyeret kesadaran Luna kembali ke sebuah ruang bawah tanah lembap di pinggiran London, sepuluh tahun yang lalu.“Kau mungkin sudah mengubur memori
Mehr lesen