Harapan tentang momongan itu adalah doa tulusnya untuk menyembuhkan luka akibat keguguran beberapa waktu lalu, sekaligus menjadi jangkar terkuat agar Reza tidak pernah berpaling darinya.Setelah doanya selesai dipanjatkan, Ruby membuka matanya, menatap Reza penuh cinta, lalu meniup lilin-lilin itu hingga padam."Yeeey!" Reza bersorak kecil, segera meletakkan kue itu di atas nakas di sebelah lampu tidur. Tanpa membuang waktu, pria itu langsung merengkuh tubuh Ruby ke dalam pelukan yang sangat erat dan hangat. Reza mencium puncak kepala istrinya bertubi-tubi, menghirup aroma lavender yang selalu menenangkan jiwanya."Terima kasih, Za," bisik Ruby di pelukan suaminya, merasa bahwa malam ini, ia telah memenangkan kembali dunianya.Setelah sesi pelukan yang emosional itu, Reza melepaskan dekapannya. Seringai jahil yang menjadi ciri khasnya perlahan mulai terbentuk di sudut bibirnya. Tatapan matanya yang semula penuh haru kini berubah menjadi kilat nakal yang sangat familier bagi Ruby."Jan
Last Updated : 2026-05-28 Read more