Pintu kamar rawat tertutup rapat seiring dengan keluarnya perawat tadi, menyisakan mereka berdua dalam ruangan yang mendadak terasa sangat sempit dan mengintimidasi."Dimas...? Kamu... kamu sudah sadar?" bisik Ruby dengan suara yang bergetar karena syok. Ia mencoba menarik tangannya kembali, namun cengkeraman Dimas justru semakin mengencang, menolak untuk melepaskannya bahkan satu milimeter pun.Dimas tidak langsung menjawab. Ia mengatur napasnya yang tampak berat, lalu sebuah seringai tipis, hampir tak terlihat, muncul di sudut bibirnya yang pucat. Detik berikutnya, ekspresi wajah pria itu berubah dengan sangat dramatis.Seringai angkuhnya lenyap, digantikan oleh kerutan dahi yang menahan rasa sakit dan tatapan mata yang mendadak melunak, memancarkan kerapuhan yang belum pernah Ruby lihat sebelumnya."Ruby... sakit..." lirih Dimas, suaranya terdengar sangat parau, serak, dan bergetar seolah ia sedang berada di ambang batas kemampuannya menahan penderitaan fisik. Pria itu terbatuk pel
Última atualização : 2026-05-18 Ler mais