Nightclub itu penuh.Lampu-lampu strobo memantul di dinding kaca, musik EDM menghentak hingga dada terasa bergetar. Para sosialita, pebisnis muda, selebriti, dan pewaris kaya memenuhi ruangan.Kaluna berdiri di tengah lobi VIP.“Siapkan meja,” katanya singkat pada Satria.Petugas club mendekat dengan wajah ragu. “Maaf, meja VIP full malam ini.”Kaluna mendecak pelan.Satria melangkah maju.Ia tidak meninggikan suara. Tidak memaksa.Ia hanya menyebutkan satu nama keluarga.Dan satu nomor kontak.Lima menit kemudian, sebuah meja VIP terbaik di sudut paling privat tersedia.Manajer club sendiri yang datang mengantar.“Silakan, Nona.”Kaluna duduk.Satria berdiri di sampingnya.Jarak profesional. Tatapan waspada.“Whiskey. Dua botol,” ujar Kaluna tanpa melihat menu.“Nona .…” Satria bersuara pelan.Kaluna tidak menoleh.“Besok pagi survei lokasi pabrik. Anda perlu kondisi prima.”Kaluna m
Read more