Detik selanjutnya tangan Satria perlahan membalas pelukan itu.Ia memeluk Kaluna dengan hati-hati, seolah takut merusak sesuatu yang rapuh.Tangannya mengusap punggung Kaluna perlahan.Gerakan yang lembut, tenang, hangat.Kaluna semakin merapat.Satria menundukkan kepala sedikit.Bibirnya tanpa sadar menyentuh kening Kaluna.Sebuah kecupan singkat. Berasal dari rasa sayang yang besar.Dan Satria tidak pernah mengira kalau itu adalah kesalahan terbesarnya.Kaluna mendongak, mata mereka bertemu dalam jarak yang sangat dekat.Kaluna tidak menjauh, justru sebaliknya.Ia sedikit menaikkan wajahnya dan mengecup rahang Satria dengan lembut.Satria terdiam, napas mereka bertemu.Hanya beberapa detik kemudian—Satria menunduk lebih dalam membuat bibir mereka menempel hingga tercipta sebuah pagutan, awalnya pelan karena ada keraguan.Tapi perlahan berubah lebih dalam, lebih hangat, seolah semua perasaan yang selama ini mereka tahan akhirnya menemukan jalan keluar.Kaluna mengeratk
Read more