Setelah makan siang selesai, Bu Ratna membereskan meja dengan cepat meskipun Kaluna berkali-kali menawarkan bantuan.“Enggak usah, Nak. Tamu mah duduk saja,” kata bu Ratna sambil tersenyum.Akhirnya mereka semua berpindah ke ruang televisi.Ruangan itu sederhana, namun terasa hangat. Sebuah televisi ukuran sedang berada di atas meja kayu jati tua. Di sekelilingnya terdapat sofa empuk yang tampak sudah lama digunakan tetapi sangat terawat.Kaluna duduk di salah satu sofa, sementara Satria duduk di sampingnya. Pak Sutisna mengambil kursi rotan di depan mereka, dan bu Ratna duduk di sebelah suaminya.Beberapa detik suasana terasa tenang.Pak Sutisna menatap Kaluna dengan wajah penuh kekaguman.“Masih muda sudah jadi CEO,” katanya pelan. “Hebat sekali.”Bu Ratna mengangguk setuju. “Iya, Nak. Ibu saja tadi sampai tidak percaya.”Kaluna langsung menggeleng pelan sambil tersenyum.“Jangan terlalu memuji saya, Pak… Bu.”Ia merapikan pos
Read more