Mobil Reno sudah melaju cukup lama. Namun suasana di dalamnya terasa begitu hening. Hanya suara mesin yang terdengar stabil, sesekali bercampur dengan deru kendaraan lain di jalan. Bianca sendiri, duduk di kursi penumpang dengan tubuh tegak, kedua tangannya saling menggenggam di atas pangkuan. Ia menatap lurus ke depan, tetapi pikirannya berisik. Sangat berisik. Tentang semalam. Tentang Melati. Tentang ciuman singkat di pipinya. Dan tentang satu kalimat yang sampai sekarang masih terus terngiang di kepalanya. Kekasih saya. Bianca menarik napas pelan. Ia mencoba menenangkan dirinya, tapi semakin ia diam, semakin pikirannya berkelana ke hal-hal yang membuat dadanya terasa sesak. Sampai akhirnya ia tidak tahan lagi. “Pak,” suaranya memecah keheningan. Reno melirik sekilas ke arahnya, lalu kembali fokus ke jalan. “Ya?” Bianca menelan ludah. “Sebenarnya, Bapak ada urusan apa sampai Bapak repot-repot menjemput saya langsung ke sekolah?” Ia berhenti sejenak dan menarik napas pan
Last Updated : 2026-03-04 Read more