Angin laut terus berembus, membuat kertas-kertas di tangan Bianca sedikit bergetar.Namun yang benar-benar membuat tangannya gemetar bukanlah angin itu.Melainkan nama yang tertulis di bagian bawah dokumen.Rama Wicaksana.Nama yang selama ini ia panggil dengan satu sebutan sederhana.Kakek.Bianca menatap tanda tangan itu lama sekali, seolah berharap huruf-huruf itu akan berubah jika ia cukup lama menatapnya.Namun tidak.Tinta hitam itu tetap di sana.Nyata.Tidak terbantahkan.“...Ini tidak mungkin,” bisiknya hampir tanpa suara.Surya berdiri beberapa langkah di depannya, menonton dengan ekspresi yang nyaris seperti seseorang yang sedang menikmati pemandangan indah.“Manusia selalu mengatakan itu ketika mereka pertama kali melihat kebenaran,” katanya santai.Bianca mengangkat wajahnya.Matanya mulai memerah.“Kamu memalsukan ini.”Surya tertawa kecil.“Ah, tentu saja.”Ia mengangguk seolah mengerti.“Semua orang selalu memulai dari tahap itu.”Penolakan.Ia melangkah mendekat sedik
Read more