Begitu pintu kamar tertutup, Karuna baru sadar bahwa hari itu belum selesai menghabisinya. Ia sempat berpikir, setelah drama kecil di depan lobi tadi, semesta akan memberinya waktu barang beberapa menit untuk bernapas. Satu jam waktu yang diberikan Pratama sebelum nereka kembali berkumpul di lobi bawah, dikiranya cukup untuk membuat segalanya jadi baik-baik saja.Namun ternyata, tidak.Sebab Rhea tidak langsung membuka koper, atau melepas blazer, tidak pula membahas jadwal vendor seperti kegiatannya yang selalu banyak bicara. Gadis itu hanya berdiri di depan pintu kamar yang sudah tertutup, menyilangkan kedua tangan di dada. “Jadi…”Karuna menelan ludahnya susah payah.“Saudara jauh, ya?”Yang ditanyai justru lekas membalikkan badan, berpura-pura sibuk menarik kopernya ke dekat lemari dan menata barang di meja. “Rhe, file rekap minggu lalu jangan sampai ketinggalan, ya. Pak Pratama tadi bilang mau dicek ulang sebelum–”“Gue lagi nanya hal lain, loh?”Jemari Karuna menghentikan gerakan
Last Updated : 2026-05-29 Read more