Sepanjang perjalanan menuju rumah orang tuanya, Karuna lebih banyak menatap keluar jendela. Bukan karena ia ingin mengabaikan Pratama, tetapi karena duduk di kursi depan mobil atasannya membuatnya tak tahu harus berbuat apa. Di hadapannya, jalanan Bandung mulai menggeliat pelan–beberapa toko baru membuka pintu.Pratama mengemudi dengan tenang dengan sesekali melirik kaca spion, mengatur laju mobil, dan membiarkan hening mengisi ruang di antara mereka. Sampai akhirnya Pratama membuka suara.“Jadi, sejak kapan kamu pindah ke Jakarta?”Karuna menoleh padanya, “Ya, Pak?” ulangnya sebab sejak tadi benaknya terbang entah ke mana.“Kalau rumah orang tua kamu di Bandung,” ujar Pratama, masih menatap jalan, “berarti kamu ini asli Bandung?”“Oh.” Karuna mengangguk kecil. “Iya, Pak. Saya lahir dan besar di Bandung,” akunya.“Kemudian pindah ke Jakarta untuk kuliah, begitu?”“Enggak juga,” ujar Karuna tersenyum tipis, menggeleng setelahnya. “Saya belum lama tinggal di Jakarta. Terus karena beberap
Last Updated : 2026-06-04 Read more