Mereka sudah mencoba lebih dari enam wahana ekstrem; halilintar, tornado, kereta misteri–beberapa wahana lain yang namanya bahkan tidak benar-benar Karuna ingat karena yang tersisa di kepalanya hanya angin kencang, teriakan sendiri, dan wajah Rajendra yang selalu berusaha terlihat baik-baik saja padahal genggamannya pada pengaman tidak pernah sepele. Meski tidak sampai muntah atau pusing kepala, sih.Hingga akhirnya, setelah tawa yang terlalu banyak dan langkah yang mulai melambat, perut Karuna berbunyi; membuat langkahnya sendiri berhenti.Rajendra menoleh, menangkap suara itu.Karuna buru-buru menatap ke arah lain. “Bukan aku!”“Saya belum bilang apa-apa?”Pria itu tidak membalas. Namun sorot matanya turun sesaat pada perut Karuna, lalu kembali naik. Dan sialnya, itu cukup membuat sang hawa mendengus kecil dengan wajah yang mulai panas.“Aku lapar,” akunya akhirnya.Karuna membuka mulut, lalu menutupnya lagi. Malas kalah, ia memilih menyapu pandang ke sekitar, mencari sesuatu yang b
Last Updated : 2026-04-30 Read more