“A-ABANG, MAINAN AKU, TOLONG!”Mahendra menggigit bibirnya pelan, kepalanya mendongak mengikuti benda kecil yang kini melayang goyah tepat di atas mereka. Baling-balingnya berputar tidak stabil, sebentar naik, sebentar miring, membuat suara dengungnya terdengar semakin kacau.“Remotenya!” Mahendra langsung berdiri. “Tekan yang kiri, Adek!”“Yang mana?!”“Itu, yang–bukan, jangan itu!”Rajendra menekan tombol asal. Bukannya turun, drone itu justru melesat semakin jauh, bergerak miring ke arah danau dengan lampu merah yang berkedip-kedip.“Abang!”“Astaga, Adek–” Mahendra berusaha merebut remote dari tangan Rajendra, tetapi terlambat.Mainan itu berputar beberapa kali di udara, kehilangan keseimbangan, kemudian jatuh ke permukaan danau dengan suara kecil yang nyaris tenggelam oleh panik mereka. Lampu merahnya masih berkedip, terbawa pelan oleh riak air, menjauh sedikit demi sedikit dari tepian. Bagi Rajendra, suara jatuhnya serupa bencana.“MAINAN AKU!”Ia lekas berlari ke arah danau, ta
Last Updated : 2026-05-11 Read more