“Mari!” ujar Tiara dengan nada penuh wibawa, lalu mulai melangkah mantap mendahului rombongan.Jaka bergeming sejenak di posisinya, menatap lekat-lekat vegetasi hutan lebat yang membentang liar di hadapannya. Pikirannya melayang, menduga-duga apakah hutan perawan ini adalah tempat yang sama seperti yang pernah hadir dalam mimpinya—sebuah wilayah misterius yang dihuni oleh sosok-sosok manusia setengah binatang.Jaka menarik napas dalam-dalam, mencoba menguasai gejolak di dadanya, lalu menoleh ke arah Arum dan Beno secara bergantian. “Yuk!” ajaknya tegas, memancarkan aura percaya diri.Arum dan Beno mengangguk serempak. Tanpa ragu, mereka berdua bergerak merapat, berjalan pasrah mengikut langkah Jaka.Rombongan kecil itu mulai melangkah masuk, menyusuri celah lembah dalam yang terapit di antara dua gunung raksasa tersebut. Mereka dengan sigap membentuk formasi berbaris tunggal, Tiara memimpin paling depan sebagai pemandu, Jaka, Arum, dan Beno berada di posisi tengah, sementara dua penga
Read more