Jaka benar-benar membelalak, seketika dirinya di hantam air yang memenuhi goa. Dia terombang ambing di dalamnya. Jaka begitu panik, berpikir Niraya telah menjebaknya.“Sial!” gumam Jaka tertahan. Dia langsung menahan napas sesegera mungkin, mencoba berenang di antara arus yang begitu deras.Jaka berusaha bertahan, walau ia tahu mungkin hanya mampu menahan napas di dalam air hanya sekitar satu menit. Ia mencoba melawan arus, berenang menuju mulut goa untuk keluar dari sana. Jaka sempat menoleh, Niraya lenyap entah ke mana—menyisakan dirinya yang terombang-ambing menanti maut di dalam air tersebut.Arus air yang berputar kencang di dalam gua obsidian itu terus menghantam tubuh Jaka tanpa ampun. Dalam kepanikannya, pemuda itu mati-matian mengepakkan tangan dan kakinya, membelah air rawa yang pekat dan gelap gulita.Satu menit berlalu. Jaka mulai merasakan dadanya sesak, rongga paru-parunya berteriak meminta oksigen. Dua menit berlalu. Ia menyangka batas hidupnya sudah tiba, mengira bahwa
Read more