Pak Reno mengangguk ramah dan memanggil salah satu pengawal kepercayaannya untuk mengantar mereka ke lantai dua area belakang museum, tempat deretan kamar khusus tamu kehormatan berada. Fasilitas di sana amat mewah, tak kalah dengan hotel berbintang lima, lengkap dengan ruangan luas dan peraduan berukuran raksasa. Beno langsung pamit masuk ke kamarnya sendiri, tak sabar ingin merebahkan tubuhnya yang lelah. Sementara itu, Arum mengecup pipi Jaka pelan seraya berbisik lembut, memberi ruang bagi Tiara yang tampak sudah berada di ambang batas kesabarannya. "Aku istirahat duluan ya, Jaka... Nikmati malammu," bisik Arum penuh pemahaman sebelum melangkah masuk ke kamarnya sendiri di sebelah. Arum benar-benar sangat pengertian, dia seolah sadar, pesona Jaka tidak bisa di elakkan, bahkan bagi siapa saja. Kini hanya tersisa Jaka dan Tiara di lorong yang sunyi dan temaram. Tanpa membuang waktu satu detik pun, Tiara meraih jemari Jaka yang kekar, menuntun pemuda itu masuk ke dalam kamar palin
Read more