Malam itu benar-benar berlalu penuh dengan gairah yang membara. Bukan hanya Jaka, bahkan Beno mendapat jatahnya sebagai malam perpisahan sebelum akhirnya mereka akan kembali ke dunianya esok hari. Erangan dan desahan bersahut-sahutan, menggema, memanjakan telinga hingga akhirnya semua hening di balut dalam kelelahan setelah gairah membara sepanjang malam. Pagi harinya, Ratu Isara sudah tampak anggun dengan pakaian ratunya, ia berdiri menunggu di aula menanti Jaka dan rombongan yang hari ini akan meninggalkan tanah Cakrawana ini. Jaka keluar, bak pangeran dari negeri Kahyangan. Penampilannya begitu gagah, pakaian yang diberikan Ratu Isara melekat dengan cocok di tubuhnya. Di belakangnya, Beno berjalan dengan seringai bahagia, setelah semalam dia menumpahkan semua gairahnya pada garis yang menemaninya. Di sisi Jaka, Arum berjalan dengan anggun, mendekap lengan kekar pria itu sambil tersenyum manis. Di sisinya lagi, Tiara berjalan pelan, tatapannya tak pernah berkedip menatap Jaka—me
Read more