Jaka menarik napas panjang, mengembuskannya perlahan untuk menetralkan detak jantungnya yang sempat bergejolak. Tanpa membuang waktu lagi, ia berbalik arah, melangkah cepat menyusuri jalan setapak tanah bercampur pasir menuju kontrakan kecil yang mereka sewa. Sambil membelah kegelapan malam, otak Jaka bekerja keras menyusun strategi. Ia makin yakin bahwa Ki Jagad berada di desa ini, menyembunyikan rencana jahatnya di balik benteng takhayul pesisir barat. Namun, masalah utamanya adalah Jaka belum tahu pasti di rumah mana lelaki tua itu tinggal, bahkan ia sama sekali belum pernah melihat wujud parasnya secara langsung. "Besok pagi gue benar-benar harus bergerak cepat," batin Jaka. Satu rencana rasional langsung terlintas di pikirannya. Begitu matahari terbit, ia akan menanyakan keberadaan dan lokasi rumah Ki Jagad kepada Pak Suji. Jaka merasa sedikit optimistis, mengingat keramahan dan kepedulian yang ditunjukkan oleh kepala desa tua itu saat menyambut mereka tadi. Dengan tekad y
Read more