Teilen

Bab 55

last update Veröffentlichungsdatum: 10.04.2026 17:43:08

“Woi ... ngelamun aja!” Aurel datang dan langsung menggebrak meja.

“Ih, apaan sih kamu? Selalu aja bikin aku kaget.” Anya cemberut.

“Ya lagian, kamu. Pagi-pagi udah senyam-senyum sendiri. Ini pasti ada hubungannya sama Mayor Bintang, kan?” tebak Aurel.

“Mang siapa lagi?” Anya membuka tas dan kembali memasukkan bahan-bahan kuliahnya. Mengingat dosen yang harusnya masuk pagi ini berhalangan datang, jadinya jadwal kuliah mereka pagi ini terpaksa ditiadakan.

Sebagian mahasiswa memilih untuk ke kant
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 47

    Plak!Sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi mulus Rea. Dan itu diberikan oleh ayahnya sendiri, Kolonel Andika Pramudia. Entah sudah kali yang ke berapa pria paruh baya itu memukul putrinya sendiri. Namun kali ini, sangat wajar jika Sang Komandan melakukannya lagi. “Bisa-bisanya kamu bikin Papa malu seperti ini? Selama ini, Papa didik kamu dengan baik, Papa turuti semua kemauan kamu. Tapi lihat, apa yang kamu lakukan di kampus? Membully temanmu sendiri? Benar-benar keterlaluan kamu, Rea!” Kolonel Andika kembali melayangkan telapak tangannya, hendak menampar Rea kembali, tapi tak jadi.“Sudah, cukup Pak.” Tiba-tiba saja Anya bersuara. Sedari tadi ia hanya berdiri dan diam saja, kali ini ia merasa harus berbicara. Biar bagaimana pun, ia tidak sanggup melihat teman sekelasnya terus ditampar di depan matanya.Sebab membalas kekerasan dengan kekerasan, sejatinya tidak akan merubah apa-apa.Semua orang yang ada di ruangan itu melihat kepada Anya. Anya pun maju lebih mendekat kepada R

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 56

    “Anya ... ada apa? Kenapa kamu menangis? Bilang sama saya, Anya. Apa yang terjadi?” Anya masih diam. Hanya isak tangis pilu yang terdengar keluar dari mulutnya. Wajahnya benar-benar terlihat sedih dan pilu. Ditambah dengan kehadiran laki-laki yang sangat ia cintai, semakin bertambahlah hancur hatinya. Ya, yang saat ini berdiri di depan Anya adalah Bintang. “Anya! Jawab saya. Siapa yang sudah merundung kamu lagi? JAWAB SAYA ANYA!” teriak Bintang, yang sudah tidak tahan lagi melihat Anya terus diam dan diam saat dibully. Dan Ini adalah kali pertama ia membesarkan suara pada Anya, sejak menjadi istrinya. Hal itu pun menarik perhatian para security yang berjaga di pos keamanan. Mereka langsung bergerak mendekati Anya dan Bintang. “Ada apa, Pak?” tanya salah seorang dari mereka. Tak menjawab pertanyaan security, pandangan Bintang terus tertuju kepada Anya. Melihat perempuan itu dengan tatapan menuntut. Menunggu istrinya untuk buka suara dan mengatakan yang sebenarnya. Tahu jika su

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 55

    “Woi ... ngelamun aja!” Aurel datang dan langsung menggebrak meja.“Ih, apaan sih kamu? Selalu aja bikin aku kaget.” Anya cemberut.“Ya lagian, kamu. Pagi-pagi udah senyam-senyum sendiri. Ini pasti ada hubungannya sama Mayor Bintang, kan?” tebak Aurel.“Mang siapa lagi?” Anya membuka tas dan kembali memasukkan bahan-bahan kuliahnya. Mengingat dosen yang harusnya masuk pagi ini berhalangan datang, jadinya jadwal kuliah mereka pagi ini terpaksa ditiadakan.Sebagian mahasiswa memilih untuk ke kantin. Ada juga yang ke perpustakaan. Namun tidak sedikit juga yang memilih bertahan di dalam kelas ketimbang di lapangan yang panasnya cetar membahana.“Heh, cerita dong. Gimana kemarin?” Aurel mulai dengan penyelidikannya. Mengingat, kemarin dia meninggalkan dua manusia beda profesi itu di depan asrama temannya. Ia pun penasaran bagaimana kelanjutan setelah ia pergi? Apakah terjadi perang dunia ke tiga?“Apanya?” Anya bertanya balik.“Ih, itu … Mayor Bintang, sama mantannya. Mereka kan ketemu tuh

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 54

    “Aaahh ....” Anya mendesah manja. Posisinya kini sudah berada di bawah Bintang. Pria itu terus menciumi batang lehernya dengan gerakan lembut dan penuh perasaan, membuat Anya hanyut dalam rasa yang sulit untuk dideskripsikan. Setelah dari leher, bibir Bintang perlahan turun ke bagian bukit kembar milik Anya. Dengan gerakan cepat dan gesit, ia pun berhasil menyingkap mini dress istrinya dan langsung “melahap” apa yang ada di depannya. “Ouhhh ….” Anya kembali mendesah. Kedua tangannya mencengkram seprai karena sensasi yang begitu luar biasa. Rasa yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Bintang mengulum, dengan tangan satunya meremas milik Anya yang kenyal dan padat. Dan setelah merasa puas bermain di sana, ia bangkit dan menjarak sedikit. Menatap dalam ke arah istrinya dengan satu tangan yang membelai pucuk kepalanya. “Terima kasih Anya. Kamu sudah membuat kekhawatiran saya sedikit berkurang,” bidik Bintang dengan napas yang masih terengah-engah. Anya tersenyum jengah. Dengan

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 53

    Terkejut, Anya segera bangkit dan duduk sembari melihat kepada Bintang. “Ke—kesakitan, Om? Apanya yang sakit, Om?” tanyanya panik. Ia benar-benar takut, sesuatu yang buruk terjadi pada suaminya. Mengingat umur laki-laki itu juga sudah tidak lagi muda. Bisa saja kan, Sang Mayor punya riwayat penyakit jantung atau hipertensi akut yang kambuh secara tiba-tiba. “Rasanya, ngilu ... sekali, Anya.” Bintang terlihat meringis. “Ngilu? Apa sih, Om?” Anya benar-benar tidak mengerti dengan apa yang suaminya katakan. Sakit? Ngilu? Apanya? Dengan dibantu oleh Anya, Bintang bangkit perlahan dan duduk bersila. Melihat kepada sosok cantik di depannya dengan wajah lesu mirip seperti orang yang sedang sakaratul maut. “Anya ....” lirih Bintang. “Iya, Om?” Anya terus melihat Bintang dengan tatapan menuntut. Dahinya masih mengernyit karena bingung. Hobi betul tentara satu itu dalam membuat seorang Anya penasaran. Tanpa berkata apa-apa lagi, Bintang pun segera meraih tangan Anya dan membawanya

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 52

    Diam. Mayor Bintang membisu tanpa jawaban. Pernyataan yang ia lontarkan barusan, justru menjadi jebakan untuk dirinya sendiri. Lantas, sekarang mau bagaimana lagi? “Kok diem?” tanya Anya. Ia semakin maju dan terus mendekatkan wajahnya pada wajah suaminya. “Hmm ... Anya, nasi kamu masih belum habis.” Tunjuk Bintang, mengalihkan pembicaraan. “Aku udah kenyang, Om.” “Oh ....” Bintang terus menjauhi Anya seperti orang ketakutan. Bahkan lengan kanannya sudah menabrak tembok ruangan itu karena saking gugupnya. Benar-benar aneh sekali. Padahal siang tadi, ia baru saja mencium perempuan itu dengan membabi-buta. Kenapa sekarang kembali lagi ke setelan pabrik? “Kok Om menghindar gitu?” tanya Anya yang mulai tersinggung dengan gelagat suaminya. “Menghindar? Tidak ... saya tidak menghindari kamu.” “Lah, itu apa juga? Om geser-geser terus kayak nggak mau dekat-dekat sama aku. Om jijik ya sama aku? Atau karena aku nggak pintar ciuman?” Anya mulai marah. “Astaga, bukan begitu Anya.

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 51

    Bintang terdiam, tak tahu harus menjawab apa. Kalau dia jujur, sudah pasti Anya akan tersinggung. Tapi kalau dia bohong, mau bikin apa alasan apa? “Hmm … Anya. Saya … saya pakai baju dulu, ya?” Akhirnya Bintang punya alasan dan segera berlalu ke kamar. Anya hanya diam, dan kembali melihat kepa

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 50

    Mobil Bintang sudah berhenti sempurna di depan sebuah bangunan berlantai tiga. Akan tetapi, itu bukan bangunan kantor tempatnya bertugas, melainkan gedung kampus keperawatan militer yang ada di depannya. Begitu mesin kendaraan mati, ia segera turun dan melangkah mantap memasuki area kampus. Di ten

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 49

    Bintang terus menciumi bibir Anya dengan begitu lihai. Pengalaman menunjukkan siapa yang lebih jago di antara mereka. Sebab ini adalah yang pertama bagi Anya, ia sedikit kewalahan dalam merespon pergerakan bibir suaminya. Ingin mengganti posisi. Bintang memegang belakang kepala Anya dan langsung m

  • Mengejar Cinta Mayor Bintang    Bab 48

    Tiga puluh menit sebelumnya .... Mobil Bintang sudah berhenti sempurna. Berdiri tepat di belakang mobil Bulan yang masih terparkir di tepi jalan komplek asrama. Ia lalu turun dan melangkah tergesa ke arah rumah. Setelah tadi mendapat pesan dari Bulan yang mengatakan jika perempuan itu sudah ber

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status